Gempa 6,8 SR Sulteng: Peringatan Dini Tsunami Diakhiri, 1.300 KK Masih Mengungsi

Sabtu, 13 April 2019 - 11:18 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasca gempa berkekuatan 6,8 skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah sebanyak 1.300 KK di Kabupaten Kepulauan Banggai mengungsi. Mereka tersebar di empat titik yaitu halaman kantor bupati, masjid An-Nur, komplek perkantoran, Gedung DPRD dan kantor Polres, tapi sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih ada di pegunungan karena rasa takut, demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Sabtu (13/4).

Meskipun BMKG sudah menyatakan peringatan dini tsunami diakhiri, namun tidak seketika warga kembali ke tempat tinggalnya masing-masing. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit atau di daerah yang tinggi.

“Arti peringatan dini tsunami diakhiri adalah pemerintah daerah dapat mengarahkan warganya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Namun di lapangan tidak mudah untuk meyakinkan masyarakat,” ucap Sutopo.

Lebih jauh, Sutopo menuturkan jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek sehingga masyarakat tetap berada di pengungsian.

Sebelumnya, gempa di Sulteng sempat dinyatakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi terjadi tsunami. Namun, peringatan dini tsunami itu kini telah dicabut.
“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa magnitudo 6,8 SR, tanggal 12 April 2019 pukul 18.40 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG dalam keterangannya Jumat (12/4).

Sebelumnya BMKG menjelaskan, peringatan dini tsunami itu dikeluarkan usai gempa dengan magnitudo 6,8 mengguncang Sulteng pada pukul 18.40 WIB. Titik koordinat gempa berada di 1,90 Lintang Selatan, 122,54 Bujur Timur.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *