Pasukan Anti-politik Uang Patroli Door-to-Door

Sabtu, 13 April 2019 23:15
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Bawaslu tidak main-main dalam mengawasi politik uang menjelang pencoblosan pemilu pada 17 April mendatang. Kemarin (12/4) pasukan anti-politik uang mengikuti apel di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Apel itu dipimpin Ketua Bawaslu Abhan dan dihadiri Ketua KPU Arief Budiman.Abhan mengatakan, para petugas berseragam abu-abu tersebut akan dikirim ke seluruh Indonesia. Seperti namanya, mereka berpatroli secara door-to-door ke rumah warga untuk memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang menerima gratifikasi berbentuk uang. “Pengawasan semaksimal mungkin yang dilakukan jajaran kami untuk menekan money politics,” ucapnya.Menurut Abhan, tidak hanya menekan praktik politik uang, tim tersebut juga bertugas mencegah pelanggaran lain agar tidak memengaruhi warga dalam menentukan pilihan. Mulai penyebaran berita bohong hingga ujaran kebencian. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kominfo untuk melakukan patroli juga secara siber,” tutur Abhan.Bawaslu akan bertindak tegas jika menemukan praktik politik uang. Abhan menambahkan, pihaknya akan melengkapi temuan tersebut dengan alat bukti yang cukup jika memang ada peserta pemilu, timses, atau warga yang kedapatan memberi dan menerima uang. ”Kami akan mengumpulkan alat bukti untuk mendukung proses ini sampai pengadilan,” tegas Abhan.Anggota Bawaslu Rachmay Bagja menyoroti pemberitaan yang beredar pada masa tenang. Dia berharap media menyampaikan berita secara berimbang agar tidak menyulut konflik antar pemilih selama tiga hari sebelum pemungutan suara. ”Tentu saja kawan-kawan media sudah tahu mana yang bisa diberitakan dan mana yang tidak selama masa tenang,” katanya.

Komentar