Pemimpin Kudeta Sudan Mundur Sehari Setelah Gulingkan Presiden

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, KHARTOUM—Menteri pertahanan Sudan mundur satu hari setelah mengkudeta pemimpin lama Omar al-Bashir. Kepala dewan militer negara itu Awad Ibn Ouf mengumumkan dia meninggalkan posisi sebagai pemimpin transisi. Jenderal Ibn Ouf mengatakan penggantinya, Abdel-Fattah Burhan juga akan menjadi inspektur jenderal angkatan bersenjata. Ibn Ouf berkata: "Saya, kepala dewan militer, mengumumkan bahwa saya menyerahkan jabatan itu." Dia menambahkan dia mengambil keputusan untuk menjaga kesatuan angkatan bersenjata. Puluhan ribu pemrotes Sudan telah berkumpul di depan markas militer di Khartoum, menentang pengambilalihan kekuasaan militer yang mengusir al-Bashir pada hari Kamis. Militer Sudan menolak seruan untuk menyerahkan al-Bashir ke Pengadilan Kriminal Internasional di mana ia menghadapi tuduhan genosida atas kampanye mautnya di wilayah Darfur barat dan mengatakan ia akan diadili di negara sendiri. Perkembangan menunjuk pada sensitivitas kasus konflik Darfur untuk dewan militer yang telah mengambil alih kekuasaan setelah mencopot dan menangkap al-Bashir di tengah meningkatnya protes terhadap kekuasaannya yang sudah berlangsung 30 tahun. Ibn Ouf adalah kepala intelijen militer selama kampanye brutal untuk menekan pemberontakan Darfur di tahun 2000-an. AS telah memberlakukan sanksi kepadanya sejak 2007, dengan mengatakan ia mempersenjatai dan mengarahkan milisi pro-pemerintah yang dikenal sebagai Janjaweed, dituduh melakukan kekejaman terhadap warga sipil dan perkosaan selama konflik.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan