3 Tips Kelola Keuangan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Keluarga

Minggu, 14 April 2019 - 11:24 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berdasarkan hasil riset informal yang dilakukan secara aktif oleh Amar Bank menemukan bahwa literasi keuangan perlu dibuat agar mudah dimengerti dan juga menarik untuk diakses oleh masyarakat.

Vishal Tulsian Managing Director Amar Bank membagikan tips mengelola keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, yang membutuhkan disiplin dan perencanaan keuangan.

1. Mengukur Pengeluaran

Seseorang harus mampu mengelola keuangan dengan mengukur pengeluaran berdasarkan pemasukan yang didapat.

2. Kategori Pengeluaran

Tidak hanya itu, lanjut Vishal kita juga harus mampu membagi berbagai kategori pengeluaran diantaranya: Sandang, Pangan, Papan dan membuat skala prioritas pengeluaran (jangka pendek dan jangka panjang).

3. Perencanaan Keuangan

Selain itu, perlunya perencanaan keuangan jika ingin mencapai satu tujuan. Intinya, perencanaan yang baik ditunjang oleh disiplin keuangan.

Tantangan yang dihadapi dalam peningkatan literasi keuangan di era digital dan mobilisasi yang tinggi seperti saat ini adalah, bagaimana membuat masyarakat lebih mudah mengakses informasi dengan konten yang sederhana, mudah dimengerti dalam waktu tidak lebih dari 3 menit.

Platform yang banyak digunakan oleh masyarakat pun menjadi pertimbangan utama, salah satunya melalui smartphone agar mereka mudah mengaksesnya saat dalam perjalanan berangkat dan pulang kerja, beraktivitas di luar rumah serta di waktu senggang.

Isinya pun harus menarik, yang mengakomodasi pertanyaan-pertanyaan seputar keuangan seperti, topik investasi, tips investasi saham, bagaimana menghitung cicilan kendaraan, dan membandingan layanan keuangan yang sesuai.

Yang pasti, konten yang relevan dengan kebutuhan dan persoalan keuangan sehari-hari. Edukasi tentang literasi keuangan, dituangkan Tunaiku dalam bentuk artikel di swara.tunaiku.com.

“Kami juga mengadakan kelas Swara Online dengan beragam tema sesuai dengan minat nasabah Tunaiku, seperti ‘Menikah on budget’, ‘Bagaimana menyisihkan untuk dana darurat?’, ‘Bisnis: yang muda yang merintis’ dengan jumlah audiens mencapai 400-500 orang/sessions,” jelas Vishal.

Selain itu, lanjut Vishal dalam setiap transaksi peminjaman, pihaknya akan memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban peminjam, termasuk di dalamnya mengenai denda keterlambatan.

“Harapan kami melalui edukasi ini, nasabah dapat membangun pemahaman tentang pengelolaan keuangan yang baik dan bijak,” ungkap Vishal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *