Defisit Rp128,5 Triliun, Sandi Kritik Neraca Dagang Era Jokowi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno mengkritik neraca perdagangan Indonesia. Sepanjang 2018, terjadi defisit USD8 miliar.

Realisasi itu dinilai cukup memprihatinkan lantaran dikontribusikan oleh derasnya impor migas dan non migas.
“Neraca dagan Indonesia masih tekor. Tentunya ini menjadi hal yang terenyuh, defisit minus USD8 miliar, dengan RRC defisit USD18 miliar,” ucapnya dalam debat kelima capres-cawapres di Jakarta, Sabtu (13/4) kemarin.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi neraca perdagangan Indonesia sepanjang USD8,57 miliar atau setara Rp128,5 triliun dengan kurs Dolar Amerika Serikat Rp15 ribu pada saat itu.

Defisit neraca perdagangan pada Desember 2018 disumbang oleh impor sebesar USD15,28 miliar. Selain impor, defisit neraca perdagangan juga dipengaruhi oleh nilai ekspor Indonesia pada Desember 2018.

Pada kondisi itu, ekspor bulan Desember mengalami penurunan cukup besar sebesar 4,89 persen menjadi USD14,18 miliar jika dibandingkan dengan November 2018.

Jika ditarik dari jangka lima tahun ke belakang, terakhir kali neraca dagang mengalami defisit adalah pada 2014 yang mencapai USD2,20 miliar. Sedangkan pada 2015-2017 neraca dagang menurut data yang dikeluarkan oleh BPS mengalami surplus.

Tercatat masing-masing mengalami surplus sebesar USD 7,67 miliar, USD 9,48 miliar dan USD 11,84 miliar. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...