Fintech Perluas Akses Bagi Unbankable di Indonesia

Minggu, 14 April 2019 - 11:05 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia berdasarkan data Worldbank Financial Index (Findex) 2017 memiliki masyarakat dengan tingkat unbankable yang cukup tinggi mencapai 51%, walaupun sudah cukup membaik dibandingkan pada 2014 yang mencapai 64% dan 2011 mencapai 80%.

Meskipun demikian, berdasarkan data Findex ternyata dari jumlah tersebut sekitar 60 juta orang sudah memiliki akses internet melalui mobile phone. Hal ini menunjukkan kemungkinan perubahan yang lebih baik melihat perkembangan fintech di Indonesia lima tahun terakhir.

Managing Director Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan inklusi keuangan dan literasi keuangan bagaikan dua sisi mata uang, yang keduanya harus ada dan saling melengkapi serta memiliki korelasi yang positif. Kurangnya akses terhadap jasa keuangan membuat masyarakat kurang mampu dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

“Demikian juga dengan kurangnya pemahaman akan layanan keuangan yang berdampak pada ketidakmampuan mereka untuk memanfaatkan peluang yang ada,” kata Vishal dalam siaran persnya baru-baru ini.

Lebih lanjut Vishal menjelaskan, bagi masyarakat, kunci hidup yang lebih sejahtera adalah dengan adanya akses terhadap layanan keuangan dan juga kemampuan dalam pengelolaan keuangan. “Hal ini dapat menjadi indikator literasi keuangan (melek keuangan) pada masyarakat,” ujarnya.

Memiliki akses keuangan namun tidak bijak dalam penggunaannya kata Vishal dapat menggiring mereka ke dalam masalah keuangan. “Bahkan masalah lainnya yang lebih kompleks, seperti banyak contoh yang kerap terjadi di masyarakat belakangan ini. Sehingga pinjaman yang mereka lakukan menjadi tidak efektif dan tidak produktif,” tuturnya Vishal.

Peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat dalam sektor keuangan adalah dengan memberikan akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan formal, contohnya pinjaman melalui lembaga formal yang dapat memberikan suku bunga terjangkau dan proses yang lebih aman.

Layanan itu dapat diberikan melalui lembaga perbankan di kantor-kantor cabang ataupun melalui layanan keuangan lainnya seperti layanan keuangan berbasis fintech.

Tunaiku sebagai produk perbankan dalam bentuk aplikasi mobile apps, akan sangat membantu masyarakat yang selama ini belum terjangkau atau memiliki akses terhadap layanan keuangan. Telah diunduh lebih dari 1 juta pengguna dan memberikan manfaat dari produk pinjaman tanpa agunan kepada hampir 200 ribu pengguna di Indonesia, mobile apps Tunaiku dengan jumlah pinjaman yang disalurkan mencapai lebih dari satu triliun rupiah.

“Hal ini menunjukkan kontribusi Tunaiku dalam membantu masyarakat untuk memiliki dan meningkatkan akses terhadap layanan keuangan,” ujar Vishal.

Terkait inklusi keuangan dan literasi keuangan, Vishal memaparkan lebih lanjut, bahwa Amar Bank melalui Tunaiku tidak hanya mempemudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan (inklusi keuangan), tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih melek keuangan (financial literacy).

Langkah Amar Bank adalah dengan melakukan riset secara informal ke nasabah agar lebih memahami kebutuhan akan informasi keuangan yang dibutuhkan nasabah sehingga melek keuangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.