Kondisi Geografis Sulit, Logistik Mahulu Diangkut Helikopter

Minggu, 14 April 2019 - 06:51 WIB
MEDAN SULIT: Helikopter Kodam VI/Mulawarman membantu distribusi logistik pemilu khusus untuk daerah yang sulit dijangkau seperti Mahulu. (PENDAM VI/MULAWARMAN untuk Kaltim Post/Jawa Pos Group)

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Distribusi logistik ke Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim) harus menggunakan jalur udara. Sebab, medan dan kondisi geografis yang sulit.

“Semua logistik pemilu akan dikirim hari ini (kemarin) dari KPU Kaltim. Mempertimbangkan kondisi medan dan geografis di Mahulu. Pengiriman semua logistik akan menggunakan helikopter milik Pangdam IV Mulawarman,” kata Sekretaris KPU Mahulu Ngadino, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Minggu (14/4).

Helikopter itu membawa semua logistik tiga kecamatan yakni Kampung Long Bagun, Kecamatan Long Bangun, dan ibu kota kabupaten. Kemudian, helikopter yang sama membawa logistik lagi ke dua kecamatan di hulu riam; Long Pahangai dan Long Apari.

Untuk logistik di Kecamatan Long Bagun lebih mudah. Menggunakan roda empat.

Sementara itu, dua kecamatan yakni Long Hubung dan Laham menggunakan transportasi air yakni speedboat. Daerah tersulit, kata Ngadino, ke Kampung Noha Buan di Kecamatan Laham.

“Jika air surut terpaksa menggunakan jalur darat. Jalur sungai menempuh perjalanan empat jam. Lebih cepat jalur darat dua jam. Tapi jika hujan akan menjadi kendala. Sebab, jalan tanah sulit dilintasi kendaraan,” terangnya.

Pengamanan akan menyertakan pihak kepolisian dan TNI. Di Mahulu terdapat 115 TPS meliputi 50 kampung dan lima kecamatan. Jumlah pemilih 25.007. Untuk pengamanan di TPS, terdapat seorang anggota polisi. Ada juga dalam satu kawasan tiga TPS oleh seorang anggota polisi.

DUKUNGAN KODAM

Sesuai permintaan KPU Kaltim, mulai kemarin Pangdam VI telah menyiapkan helikopter untuk membantu distribusi logistik pemilu. Armada difokuskan untuk pengiriman ke Mahulu.

Penyiapan helikopter dukungan tersebut sesuai perintah Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto yang dimulai sejak 11 April 2019. Helikopter TNI AD diawaki pilot Mayor Cpn Hendri dan kopilot Lettu Cpn Mofa.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.