Peralihan Rastra ke BPNT Sulitkan Masyarakat Terpencil

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PANGKEP–Rencana peralihan Beras Sejahtera (Rastra) ke program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dinilai tidak tepat digunakan bagi masyarakat miskin.

Hal itu diungkapkan Pengagas Komunitas Sosial, Peduli Berbagi Pangkep, Tajuddin Mustamin. Menurutnya, apabila masyarakat memakai kartu BPNT, maka dapat mengakibatkan ketersediaan produk pasar tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin.

“Jika nanti tidak langsung berbentuk pangan, bisa jadi masyarakat menjual kembali beras dan telur yang ditukar itu. Kalau dalam bantuk rastra sulit ditukar. Tetapi jika seperti ini, maka bebas masyarakat mau tukar atau tidak, atau dijual kembali ke pedagang,” bebernya.

Tidak hanya itu, ia juga menyebut peralihan rastra ke BPNT, berakibat pada pendataan ulang masyarakat miskin. “Jangan sampai pendatannya dipolitisasi lagi. Selain itu, untuk daerah terpencil sulit tersedia ATM mini. Tempat di sana tersedia untuk penukaran BPNT ini, jangan sampai hanya dibeberapa titik saja disediakan nantinya,” jelasnya.

Kadis Sosial Pangkep, Najemiah menjelaskan, bantuan program rastra ke BPNT telah disahkan oleh Kementerian.

Katanya, penyaluran BPNT ini sendiri, akan bermitra dengan warung dan toko terdekat yang memiliki ATM mini untuk penukaran produk pangan yang dimaksud.

“Nantinya masyarakat jika ingin menukarkan tinggal ke warung terdekat saja, langsung menukar dengan beras dan telur. Ini kelebihannya karena sudah tidak rumit, masyarakat tidak antre lagi ke kantor desa dan kantor kelurahan untuk mengambil bantuannya,” paparnya. (fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment