Sambut Masa Tenang, Kopel: Bawaslu harus Perketat Pengawasan

Minggu, 14 April 2019 - 06:36 WIB
Herman

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Masa kampanye Pemilu 2019 telah usai, kini memasuki masa tenang selama 3 hari jelang pencoblosan Rabu, 17 April 2019.

Masa tenang ini bukan berarti aktifitas para politisi juga terhenti. Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia mensinyalir, masa tenang ini banyak dimanfaatkan oleh tim-tim kontestan Pemilu untuk bergerilya. Mereka memanfaatkan masa tenang ini dengan gerakan senyap. Bahkan disinyalir ada yang mempengaruhi pemilih dengan sembako, barang bahkan uang.

“Memasuki masa tenang ini, Bawaslu harus perketat pengawasan,” kata Herman dari Kopel kepada Fajar.co.id, Minggu (14/4) pagi.

“Sudah banyak laporan masyarakat soal dugaan praktik politik uang yang mulai marak, meskipun ini harus diverifikasi kebenarannya,” tambahnya.

Kopel sendiri menurunkan relawan Pemantau Pemilu sebanyak 200-an orang untuk membantu Bawaslu dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019 ini.

Agar penanganan dugaan pelanggaran Pemilu segera ditindaki, setiap Pemantau terhadap temuan pelanggaran dapat ditindaklanjuti secepatnya melalui kanal Gobawaslu atau melaporkan langsung pada Bawaslu di daerah.

Oleh karena itu masyarakat diharap terbuka memberikan informasi agar laporan masyarakat terpantau. Setiap pemantau KOPEL di lapangan dibekali dengan ID Card resmi dari Bawaslu.

“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan, jangan biarkan Pemilu ini tercederai dengan cara-cara kotor yang dilakukan oleh oknum kontestan Pemilu,” tutupnya. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *