Setelah di PDIP, Ahok Berani Diskreditkan PIB

0 Komentar

FAJAR.CO.ID–Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok kembali membuat heboh lewat vlog pribadinya. Dalam video singkat, dia menjelaskan alasannya bergabung dengan PDIP.

Sayangnya, dia juga berani mendiskreditkan Partai Perjuangan Indonesia Baru alias PIB yang pernah jadi kendaraan politiknya.

Ahok mengatakan, aktivitas politiknya sewaktu di PIB hanya merusak agregat suara PDIP. Bagai kacang lupa kulit, dia kini merasa menyesal pernah bergabung dengan PIB.

Abi Rekso, seorang pengamat yang juga memahami portofolio politik Ahok, menyayangkan pernyataan tersebut. “Ahok itu tidak pantas merendahkan peranan Partai PIB. Biar bagaimanapun, PIB adalah rumah awal sekaligus pintu gerbang politik untuk dirinya. Haram hukumnya menghujat rumah lama kita” tutur Abi Rekso.

Dirinya menjelaskan, Ahok dibawa seorang tokoh Bangka ke PIB. Tumpak Sitorus salah satu pendiri PIB turut memperkuat posisi Ahok di internal partai yang ketika itu yang dipimpin Sjahrir.

Abi Rekso juga membantah PIB menggerus PDIP di Belitung Timur. Peralihan suara Ahok ditingkat DPRD tingkat II Belitung Timur bukanlah migrasi pemilih PDIP. Migrasi itu dari pemilih Golkar. Karena basis pemilih Partai Golkar di Belitung Timur cukup kuat.

“Sebaiknya Ahok, belajar menghargai peran partai PIB dalam perjalanan politiknya. Tanpa PIB, Ahok tidak pernah meniti karier politik di posisi sekarang. Karena pernyataan itu membuat pendiri PIB tersinggung. Dan mereka adalah bagian penting dalam suksesi Jokowi – Amin,” tutup Abi Rekso. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar