450 Pasukan Elite Kodam XIV Hasanuddin Bersiaga

Senin, 15 April 2019 - 14:17 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Apel gelar pasukan sudah dilakukan Batalion Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti. Tujuannya lebih meningkatkan pengamanan jelang pemilu dan pileg.

Komandan Batalion Infanteri (Danyonif) Raider 700, Mayor Inf Hengky Vantriardo mengatakan, pihaknya sementara melakukan patroli di beberapa wilayah. Untuk pergerakan skala sedang di bawah kendali Kodim seperti patroli motor, untuk gerakan jumlah besar di bawah kendali Kodam.

Sampai saat ini kata dia, 200 personel pasukan dari Kostrad untuk memback-up Sulawesi Tenggara. Mereka sudah stand by sejak kampanye terbuka. Sedang pasukan elite Kodam XIV Hasanuddin berjaga di Makassar.

“Kalau Raider pasukan cadangan kodam 450 siap gerak. Stand by di markas. Nanti kalau ada permintaan dari Kodim baru akan digerakkan, kalau Korem juga butuh tambahan kita gerak cepat,” kata Hengky Senin (15/4/2019).

Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi menerangkan, pelaksanaan pemilu memiliki potensi ancaman dan kerawanan yang cukup tinggi, baik menjelang, selama dan pasca pemilu. Untuk itu tidak boleh terlena, karena tidak tertutup kemungkinan kondisi pada saat pencoblosan bisa dimanfaatkan oleh kelompok yang sengaja memperkeruh suasana untuk menggagalkan pemilu.

“Ini pengecekan kesiapan terakhir untuk pergeseran apabila diperlukan. Kalau diperlukan pergeseran sudah siap. Ada TNI 5.000 dan Polri 5.000 dengan seluruh perlengkapan dan alutsista yang dimiliki masing-masing,” katanya saat ditemui kemarin.

Jenderal berpangkat bintang dua itu juga menerangkan seluruh kekuatan TNI yang di bawah kendali ada 12.450 personel. Tentu sudah disiapkam pasukan dari Kodam untuk Bawah Kendali Operasi (BKO) Polri. “Kodim kota sendiri 1.350 personel, dan untuk Sulsel 4.110 personel yang kita siapkan,” paparnya.

Sambungnya, masa tenang harusnya semakin tenang. TNI harus bertugas pengamanan sesuai prosedur yang berlaku, hindari pelanggaran hukum dan HAM, serta jangan ragu-ragu dalam bertindak dengan berpedomanan pada SOP yang berlaku dan tetap lakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang terkait.

“Untuk deteksi dini saya punya pasukan di wilayah dari kegiatan teritorial dan intelijen, yang dinamakan pasukan pengamanan wilayah,” jelasnya. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *