Antusias WNI di Turki untuk Mencoblos meski harus Tempuh Jarak 900 Km

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, ANKARA – Antusiasme warga negara Indonesia untuk menggunakan hak suara terasa meningkat pada Pemilu 2019 dari pemilu-pemilu sebelumnya. Antusiasme terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Ankara, Turki.

Salah satu mahasiswa Universitas Recep Tayyib Erdogan di Kota Rize, Muhammad Tifqi datang bersama 10 orang rekannya menggunakan bus dengan menempuh jarak 900 Km lebih dalam waktu sekitar 12 jam untuk tiba di Ankara.

Dari segi jarak sebetulnya mereka lebih dekat Ibukota Georgia, Tiblsi, di wilayah Caucasus atau Ibukota Kurdistan, Erbil. Sayang di kedua kota tersebut tidak ada TPS, Muhammad Tifqi dan rekannya itu tiba di TPS dalam keadaan basah kuyup karena dalam perjalanan ke TPS diguyur hujan es yang kerap terjadi di masa pancaroba di Turki.

Serupa perjuangan tersebut juga dialami mahasiswa lainnya. Selain dari Kota Rize, sejumlah mahasiswa juga datang dalam rombongan bus dari Sakarya, sekitar 4 jam perjalanan dari Ankara.

Namun berbeda kisah dengan Robi, wisman asal Malang, Jawa Timur ini sudah hampir sebulan berwisata mandiri bersama istrinya ke berbagai negara Caucasus dan Asia Tengah.

Mendekati hari pencoblosan tanggal 13 April 2019, Robi menghubungi KBRI Ankara dan meminta dihubungkan dengan PPLN Ankara, yang akhirnya mereka terdaftar resmi di Daftar Pemilih Khusus (DPK) memanfaatkan surat suara cadangan sebanyak 2 persen dari DPT, Robi bergerak ke Ankara dari Georgia menempuh perjalanan darat sejauh 1400 km, hampir dua hari perjalanan darat.

PPLN Ankara bekerjasama dengan KBRI dan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Ankara juga mencoba membuat suasana di TPS meriah, yaitu dengan menyediakan photo booth dan makanan ringan ala Turki, tak hanya itu juga diadakan lomba selfi dengan berbagai macam hadiah menarik.

“Dengan dukungan semua pihak, khususnya KBRI dan PPI, kami mencoba membuat hari pemungutan suara benar-benar seperti pesta demokrasi. Ini menambah antusiasme pemilih. Ini lebih mirip lebaran daripada sebuah peristiwa politik”, ujar Ketua PPLN Ankara Siti Aisyah yang juga mahasiswa S3 di salah satu kampus di Ankara seperti keterangan resmi PPLN Ankara, Senin (15/4).

Selama masa pemungitan suara, TPS Ankara dibuka pada tanggal (13/4) mulai pukul 08.00 dan ditutup hingga pemilih terakhir yang hadir menjelang pukul 19.00.

Dari total 249 WNI yang terdaftar memilih di TPS Ankara, 76,41 persen menggunakan hak pilihnya. Sementara itu, 705 WNI lainnya memilih untuk menyalurkan hak suaranya melalui Metode Pos. Direncana PPLN Ankara akan melakukan penghitungan suara pada tanggal (17/4) berbarengan dengan penghitungan suara di tanah air.

(rmol)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...