Disbudpar Kota Semarang Pentaskan Legenda Goa Kreo di TMII

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Ratusan warga Semarang yang tinggal di Jakarta, menyaksikan pentas pentas budaya Mahakarya Legenda Goa Kreo yang ditampilkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang di Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (14/4).

Warga yang tergabung dalam Komunitas Jawa Tengah (KJT) dan Paguyuban Wong Semarang (Pawon Semar) itu memadati joglo pertunjukkan. Dengan antusias mereka menunggu pertunjukan hingga tuntas disajikan.

“Kegiatan semacam ini dapat menjadi jawaban rasa rindu kami terhadap Semarang,” kata Sekretaris Pawon Semar, Ida Parwati dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/4).

Ia mengaku berterima kasih atas perhatian Pemerintah Kota Semarang akan warganya yang merantau. Event serupa diharapkan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

Pihaknya juga berjanji akan semakin mempromosikan wisata Semarang ke luar daerah ataupun ke luar negeri. Terlebih banyak pengurus dan anggota Pawon Semar yang berkecimpung di organisasi sosial berlevel internasional.

“Kami juga siap menjadi duta promosi budaya Semarang dalam setiap kegiatan kami. Kami juga ingin melihat Semarang semakin hebat dan semakin baik terutama di bawah kepemimpinan Walikota Hendrar Prihadi yang visioner,” tuturnya.

Kadisbudpar Kota Semarang, Indriyasari menjelaskan, Mahakarya Legenda Goa Kreo mengambil kisah perjalanan Sunan Kalijaga yang kesulitan membawa kayu jati yang akan dipergunakan untuk pembangunan tiang Masjid Agung Demak. Saat itulah dia dibantu kera-kera penghuni Goa Kreo ini.

Untuk menghormati para kera tersebut, dibuatlah agenda Sesaji Rewandha di mana tahun ini akan dilakukan pada 15 Juni mendatang atau H+3 setelah Lebaran. Ritual ini sendiri merupakan sebuah wujud syukur warga kepada ratusan kera penghuni kawasan Goa Kreo.

Iin panggilan akrabnya, memastikan jika pihaknya akan selalu mempromosikan potensi budaya ke luar daerah. Pasalnya, selain memiliki destinasi wisata yang bagus, Semarang juga memiliki atraksi budaya yang memukau.

“Seperti yang kami tampilkan saat ini, biasanya dipentaskan oleh ratusan orang namun karena keterbatasan space, hanya ditampilkan 60 penari dan pengiring,” terangnya.

Dijelaskan, Legenda Goa Kreo sudah ditampilkan tiga tahun terakhir di objek wisata Goa Kreo Waduk Jatibarang. Penampilan di TMII merupakan salah satu bentuk promosi agar tari asal Semarang itu bisa lebih dikenal masyarakat luas. (sen)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment