Ganggu Pemilu, Polda Sulsel Perintahkan Tembak di Tempat

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Polda Sulsel mewajibkan anggotanya menembak bagi yang menganggu jalannya pemilu dan pileg.

Hal itu ditegaskan Karo Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen Napiun saat gelar pasukan di halaman Mapolda Sulsel Minggu, 14 April. Menurutnya, indeks kerawanan Sulsel rangking 20, bahkan hampir Panglima TNI, dan Kapolri melaksanakan apel gelar di Sulsel. Itu merupakan sinyal bahwa harus ada kewaspadaan yang tinggi.

Bahkan, semua personel yang memiliki senjata diharuskan dibawa. Baik itu tongkat, borgol, termasuk senjata api. Penggunaan senjata api menunggu perintah dari polres atau yang dituakan. “Apabila ada yang mengancam nyawa, boleh ditembak. Itu perintah tertinggi dari Kapolri,” katanya.

Kewenangan itu (menembak) harus dipertanggungjawabkan. Itu adalah diskresi kepolisian. Sesuai dengan UU nomor 2 tahun 2002 tentang kepolisian negara Republik Indonesia bahwa, seorang anggota polri berhak memutuskan di lapangan sesuai perkembangan situasi dan kondisi walaupun tanpa perintah komandannya.

“Kalau itu mengancam nyawa orang banyak, menganggu jalannya penyelenggaraan lakukan tembakan. Wajib. Wajib ketika ada ancaman kepada masyarakat atau petugas, tembak,” tegas perwira berpangkat tiga melati itu. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar