Hendak Rampas Senjata Polisi yang Berpatroli, Begini Nasib Pria Ini

Senin, 15 April 2019 - 15:39 WIB

FAJAR.CO.ID, BALI–Salah seorang anggota geng motor Dongki, Imamuel Pratama, nekat hendak merampas senjata polisi. Ia terpaksa ditembak anggota Polsek Denpasar Selatan karena ulahnya, di salah satu tempat tongkrongan di kawasan Denpasar Selatan, Jumat (12/4) dini hari lalu.

Menurut informasi, kejadian ini berawal dari anggota Reskrim yang melakukan kegiatan patroli. Saat melintas di Jalan Kertha Petasikan, polisi mendapati keempat orang ini sedang nongkrong.

Polisi yang melakukan patroli itu memberikan imbauan. Imbauan itu justru tidak diterima. Bahkan, Imanuel Pratama mengeluarkan pedang yang dibawanya.

Melihat hal yang membahayakan tersebut, polisi kemudian melakukan tembakan peringatan. Namun warga Yang Batu, Denpasar Timur yang merupakan residivis ini justru berusaha merampas senjata milik anggota polisi yang melakukan tembakan peringatan itu.

Karena berusaha melawan polisi walaupun Kartu Tanda Anggota sudah diperlihatkan, beberapa anggota lain yang ada di lokasi terpaksa menembak kakinya untuk melumpuhkannya.

“Ia ditembak persis di paha kanan dan harus dioperasi. Saat ini dirawat di Rumah Sakit Bali Mandara,” ungkap seorang petugas seperti dilansir Radar Bali (Jawa Pos Group), kemarin.

Direktur Utama RS Bali Mandara dr. Bagus Dharmayasa membenarkan pihaknya merawat pasien luka tembak. Namun ia menyarankan untuk konfirmasi kepada pihak kepolisian.

“Biar tidak salah dan lebih jelas, hubungi pihak kepolisian untuk memberikan keterangan,” pintanya. Sayang Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya belum bisa dikonfirmasi. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *