Jokowi-Ma’ruf Menang di Sulsel Sama dengan Menjaga Ketokohan JK

Senin, 15 April 2019 - 23:26 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Siapa yang akan menang di Sulsel pada Pemilihan Presiden (pilpres), Rabu, 17 April 2019 belum bisa diprediksi.

Namun apabila capres dan cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf kalah di Sulsel dianggap meruntuhkan ketokohan Wapres Jusuf Kalla (JK) sebagai tempat tanah kelahirannya. 

Tetapi sebaliknya, bila pasangan ini menang justru membuat ketokohan Ketua Umum PMI itu tetap terjaga.

Hal ini diungkapkan, Ketua Tim Kampanye Nasional Jenggala Center, Iskandar Mandji di Makassar, Senin, 15 April.

Salah satu Staf Ahli Wakil Presiden RI ini mengungkapkan, dalam kacamata politik secara nasional, Sulsel adalah simbol politik dari Indonesia Timur. 

Sehingga kehadiran JK sebagai dewan pengarah tim kampanye nasional di Jokowi-Maruf, sebagai simbol ajakan ke masyarakat Sulsel bahwa pilihannya hanya ke Jokowi-Maruf. 

“Karena Sulsel adalah simbol politik nasional wilayah Indoneaia Timur, sehingga bisa diumpamakan ini pertarungan harga diri Jusuf Kalla di level nasional. Kita berharap masyarakat sulsel melihat itu,” kata Iskandar. 

Setidaknya, nama besar JK di Sulsel bisa tetap terjaga ketokohannya secara nasional. Salah satunya dengan cara memilih pasangan Jokowi-Maruf.

“Jokowi-Ma’ruf menang di Sulsel, itu sama saja kita menjaga ketokohan pak Jusuf Kalla. Memang Pak JK sudah tidak masuk lagi di pemerintahan. Tetapi tidak mungkin juga Jokowi mengabaikan pak JK,” ungkap sesepuh Partai Golkar itu.

Jenggala Center pun mengamati hasil survei di Sulsel. Bagi dia, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin menang tipis.

“Ada survei yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf ada juga 02,” tambah Direktur Eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab.

Ia mengatakan, kemenangan Jokowi-Ma’ruf adalah kebanggan. “Sulsel adalah simbol politik di Indonesia, pertarungan Pilpres 2019 adalah pertaruhan nama baik Jusuf Kalla di level nasional,” kata Olleng, sapaan karibnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Ketua Umum Perempuan Jenggala Center Vicky Widyani Kartiwa dan Tim Jenggala pusat Marsekal Muda ( Purn) Pieter Wattimena. (taq)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *