KPK Periksa Teman Wanita Bowo Sidik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)tengah memeriksa seorang wanita bernama Siesa Darubinta. Pemeriksaan ini terkait kasus dugaan suap yang melilit anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bowo Sidik Pangarso.

Siesa merupakan salah satu pihak yang sempat diamankan saat Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar tim KPK di Jakarta Rabu (27/3). Pemeriksaan yang dijalaninya merupakan penjadwalan ulang dari panggilan sebelumnya. Sebab dia mangkir alias tidak hadir saat dipanggil pada Jumat (12/4), lalu.

“(Pemeriksaan Siesa Darubinta) penjadwalan ulang dari jumat kemarin,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (15/4).

Terpisah, menanggapi panggilan itu Siesa telah hadir di KPK sejak pagi tadi. Wanita ini tampak mengenakan kacamata dengan baju garis-garis hitam putih saat hadir di Gedung Merah Putih KPK.

Untuk diketahui, Siesa ialah seorang wanita yang sempat diamankan oleh KPK di sebuah apartemen. Saat OTT itu, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaidtan menyatakan Bowo sempat kabur ketika timnya tengah mengurus prosedur masuk ke dalam kawasan apartemen untuk menciduk Bowo. Namun, saat waktu menunggu itu, ternyata Bowo memanfaatkan untuk keluar dari apartemen.

“Banyak makan waktu (urus prosedur). Nah ‎waktu itu dimanfaatkan yang bersangkutan untuk keluar (kabur) dari apartemen,” imbuh Basaria.

Alhasil, KPK hanya mengamankan dua orang yaitu sopir Bowo dan seorang wanita bernama Siesa Darubinta dari apartemen tersebut. Lalu, dini harinya Kamis (28/3), KPK berhasil mengamankan Bowo Sidik di kediamannya di daerah Cilandak, Jakarta Selatan.

Terkait dengan peran Siesa dalam perkara ini, Febri menerangkan bahwa dia saat OTT diamankan dalam kapasitasnya saksi. Siesa diamankan oleh tim KPK karena sebelumnya Bowo disinyalir sempat mampir ke Apartemen wanita tersebut.

“(Siesa diamankan) karena dibutuhkan keterangannya terkait keberadaan BSP‎. Karena diduga BSP sebelumnya ada di sana (apartemen Siesa),” ungkap Febri.

Selain Seisa, tim mengangendakan dua saksi yaitu Staf Finance dan Treasury PT Humpuss Transportasi Kimia (PT HTK), Desi Artinesti. Sedianya, dan Direktur PT Kopindo Cipta Sejahtera, Bambang Tedjo Karjanto. “Keduanya akan dimintai keterangan untuk tersangka Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti (AWI),” tukas Febri.

Sebelumnya, dalam perkara ini KPK menetapkan tiga tersangka selain Bowo dan Asty, ada satu pihak lainnya yaitu Indung yang merupakan karyawan PT Inersia.

Anggota Komisi VI DPR ini diduga menerima suap dari Asty lewat seseorang bernama Indung dengan jumlah sekitar Rp1,5 miliar dalam 6 kali pemberian dan Rp 89,4 juta yang disita saat OTT terhadap Bowo.

Suap itu diduga diberikan agar Bowo membantu proses perjanjian penggunaan kapal PT HTK oleh PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Selain duit dari Asty, Bowo diduga menerima gratifikasi Rp6,5 miliar. Asty dan Indung juga sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kemudian, uang Rp1,5 miliar dan Rp6,5 miliar alias senilai Rp8 miliar itu kemudian disita KPK dalam 400 ribu amplop. KPK menduga amplop-amplop itu bakal digunakan untuk serangan fajar demi kepentingan pemilu legislatif yang diikuti Bowo. Bowo merupakan caleg DPR dapil Jateng II nomor urut 2 dari Partai Golkar. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...