Sempat Buron, Terpidana Kasus Penipuan CPNS Pemkab Tapteng Diringkus

Senin, 15 April 2019 - 16:36 WIB
Kepala Kejari Sibolga Timbul Pasaribu di dampingi Kasipenkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian saat berikan keterangan kepada awak media perihal penangkapan terpidana kasus penipuan CPNS Heppy Rosnani Sinaga, Senin (15/4) di Kejati Sumut. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Terpidana kasus penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkanb) Tapanuli Tengah (Tapteng) diringkus tim gabungan Kejari Sibolga dan Kejaksaat Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut). Perempuan bernama Heppy Rosnani Sinaga, diringkus pada hari Minggu (14/4) malam di kediaman keluarganya, di Kompleks Pondok Surya, Jalan Sejahtera, Kecamatan Medan Helvetia.

Kepala Kejari Sibolga Timbul Pasaribu mengatakan, sebelum diringkus, pihaknya sudah mengamati gerak-gerik Heppy.

”Sejak Minggu siang kami pantau. Setelah kami yakin, langsung kami eksekusi. Hari ini langsung kami bawa ke Rutan di Sibolga,” jelas Timbul, Senin (15/4).

Perempuan berusia 36 tahun itu, didakwa secara bersama-sama dengan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bonaran Situmeang, karena melakukan penipuan perekrutan CPNS di lingkungan Pemkab Tapteng pada Tahun 2013. Korban bernama Lumongga Hutapea diimingi-imingi terdakwa bisa lulus tes CPNS dengan menyetor uang sebesar Rp 160 juta.

Namun meski telah memberikan sejumlah uang, korban ternyata tidak lolos CPNS. Korban pun melapor dan Heppy diadili. Pengadilan Negeri (PN) Sibolga menghukum perempuan yang berprofesi sebagai wiraswasta itu dengan 10 bulan penjara.

Namun, Jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Medan. Kemudian pada September 2016, PT Medan menghukum Heppy dengan 2 tahun penjara.

Heppy yang berstatus tahahan rumah sejak penyidikan itu, kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, pada 6 April 2018, kasasi itu ditolak oleh Mahkamah Agung.

“Pada Mei 2018, saat kita hendak mengekseksui dia terus menghindar. Keberadaannya pun tidak diketahui lagi saat itu. Lantas pada Juli 2018, kita keluarkan DPO kepada yang bersangkutan,”ungkap Timbul.

Timbul menjelaskan, selama dalam pelarian, terpidana itu diketahui tidak mempunyai aktifitas apapun. Dia hanya bersembunyi di rumah keluarganya.

“Hari ini kita bawa, nanti dia akan dihadirkan ke pengadilan untuk bersaksi untuk terdakwa mantan Bupati (Raja Bonaran Situmeang) yang saat ini tengah bergulir,” tandas Timbul.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.