Sidang Pembobolan Deposit PT. Yulie, keterangan Saksi Lebih Banyak Tidak Tau

Senin, 15 April 2019 - 18:29 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang lanjutan kasus pembobolan deposit PT. Yulie Sekuritas Indonesia kembali di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi, dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada, Senin (15/4).

Sidang pemeriksaan saksi yang berdasarkan jadwal mulai pada pukul 11:30 WIB harus diundurkan hingga pukul 12:23 WIB karena Hakim Ketua Asiadi Sembiring terlambat hadir, lantaran melakukan pemeriksaan kesehatan.

Dalam persidangan itu, JPU menghadirkan tiga saksi yakni, Sutan Yuwono selaku staf di PT. Yulie Sekuritas Indonesia, Oeyvera Wijaya selaku komisaris independen dan Yuniarti selaku staf di Bursa Efek Jakarta.

Dalam kesaksinnya, Sutan Yuwono mengaku sudah diperiksa oleh pihak kepolisian sebanyak dua kali terkait kasus penjualan saham PT. JJ Yutrindo Utama. Namun, dirinya tidak.mengetahui pembeli saham tersebut.

Tetapi, dalam penjualan itu, PT. Yulie Sekuritas Indonesia selaku penjual dan saham yang dijual seharga Rp 35 miliar dengan kalkulasi 25 juta lembar saham, dengan harga per lembar saham Rp 131.

“Ya dua kali saya diperiksa dn dua kali memberikan keterangan di polisi, tak ada paksaan dalam pemeriksaan. Saya diperiksa soal jual beli saham perusahan, yang jual saham PT. Yulie Sekuritas, pembeli lupa. Saham yang dijual PT. JJ Yutrindo Utama dan yang dijual adalah 25 juta lembar saham, Rp 131 per lembar,” kata Sutan dalam kesaksiannya saat ditanya oleh Hakim Ketua.

Sutan Yuwono melanjutkan, penjualan saham PT. JJ Yutrindo Utama berlangsung pada bulan November 2018. PT. Yulie Sekuritas selaku penjual saham langsung menyerahkan harha saham ke PT. JJ Yutrindo. Tetapi, lenyerahan uang harga saham itu tidak lengkap hingga Direktur Utama PT. Yulie Sekuritas Luciana ditetapkan sebagai terdakwah dalam kasus jual beli saham ini.

“Dijual sekitar bulan November 2018, dijual ileh perusahan Yulie Sekuritas dan sudah setor langsung ke PT. JJ Yutrindo, serta saham PT. JJ Yutrindo langsung diserahkan ke pembeli. Yang menjadi masalah adalah kurang pembayaran ke PT JJ Yutrindo, hingga terdakwa ditahan karena menipu,” ujarnya.

Namun anehnya, saksi mengakui tidak mengetahui masalah utama dari kasus ini. Dirinya hanya mengetahui saat dilakukan memorandum of undersranding atau MoU antara penjual dan pembeli. “Saya tidak tau betul masalah ini, saya taunya saat MoU. Dan penjualan ini lewat bursa efek,” ucapnya.

Diakhir kesaksi Sutan Yuwono, Hakim Ketua sempat menanyakan alasan apa hingga tiga terdakwah, Luciana mantan Dirut Utama PT. Yulie Sekuritas, Jonathan Yuwono selaku Direktur PT. JJ Yutrindo Utama dan Johnlin Yuwono selaku komisaris.

“Apa salah mereka hingga dijadikan tersangka,” tanya hakim. Sutan Yuwono lantas menjawab, akibat tindakan penipuan yang dilakukan oleh terdakwa.

Lain lagi dengan kesaksian Oeyvera Wijaya. Dalam keterangannya, dia (Oeyvera-red) tidak mengetahui proses penjualan saham PT. JJ Yutrindo Utama. Meski begitu, Oeyvera membenarkan jika dirinya diperiksa sebanyak dua kali oleh pihak kepolisian terkait kasus ini.

“Ya saya dua kali diperiksa oleh polisi dan tidak dipaksa. Diperiksa jual beli PT Yulie Sekuritas dan yang dijual perusahan. Itu yang saya tau aja, bahkan saya dipanggil ke sini (Pengadilan-red) tidak tau,” tegas Oeyvera dalam keterangannya.

Bahkan, Oeyvera pun mengaku segala bentuk honor jabatan tidak pernah diterima selama menjabat sebagai komisaris independen di PT. Yulie Sekuritas. “Saya tidak tau soal jual beli saham, yang saya lakukan hanya tanda tangan atas permuntaan ibu Luciana selaku direktur. Saya juga tidak menerima honor jabatan,” jelasnya.

Menariknya, keterangan Oeyvera itu dibenarkan oleh terdakwa Luciana saat ditanya oleh Hakim Ketua atas kesaksian saksi.

Hal senada juga disampaikan oleh Yuniarti selaku staf di Bursa Efek Indonesia. Dalam keterangannya, dia mengakui ada langkah jual beli saham oleh PT. Yulie Sekuritas, namun dirinya tidak tau betul dijual ke pihak mana.

“Ya saya tau saham PT JJ Yutrindo dijual, tapi tidak tau dijual ke siapa. Selain itu, deposito sekitar Rp 25 milair di gadai ke Bank Mandiri atas nama PT. Yulie. Saya lakukan pemeriksaan modal kerja, terkait kecukupan modal kerja, dilihat asetnya dan aset depositnya tidak bisa diperlihatkan,” akuinya.

Sebelumnya, dalam persidangan hakim ketua sempat terpancing emosi lantaran para saksi berbelit-belit dalam memberikan kesaksian. Selain itu, kasus jual beli saham PT. JJ Yutrindo ini mengalami kerugian sebesar Rp 27 miliar akubat deposit yang digadai ke bank di bobol oleh tiga terdakwa. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *