Wakil Bupati Paluta Kena OTT, Gerindra: Monggo Ditindak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut) yang juga kader Partai Gerindra, Hariro Harahap tertangkap tangan karena diduga melakukan politik uang di pemilu 2019.

Menanggapi hal itu, anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, partai menyerahkan kasusnya ke pihak kepolisian untuk diproses.

‎”Kalau dinyatakan bersalah, proses secara hukum. Kalau memang ada kader Gerindra, monggo ditindak. Kami tidak akan melindungi,” ujar Andre kepada JawaPos.com, Senin (15/4).

Menurut Andre, pesan ketua umumnya Prabowo Subianto juga tegas kepada semua kader. Yakni bahwa di pemilu 2019 ini jangan ada yang melakukan politik uang.

‎”Karena dari awal partai sudah mengimbau jangan melakukan politik uang. Makanya Pak Prabowo sudah bilang berkali-kali tolak politik uang, yang mau kasih uang ambil uangnya,” tegasnya.

Oleh sebab itu, Andre mengajak para kader Partai Gerindra yang saat ini berjuang menjadi anggota legislatif, tidak dengan melakukan politik uang. Sebab, tindakan itu sama saja dengan mempermalukan diri sendiri.

“Orang yang politik uang itu kan tidak dekat dengan rakyat. Apa salahnya datangi rakyat. Jadi, imbauan kami tetap, kepada siapapun, ayo kita jangan lakukan politik uang. Lakukan politik yang bersih, jujur, adil, dan bermartabat,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim gabungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satintelkam Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hariro Harahap, Wakil Bupati Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut), Senin (15/4) dini hari.

Orang nomor dua di Pemkab Paluta itu diamankan karena diduga terlibat politik uang pada pemilu 2019 yang akan dihelat 17 April mendatang. Selain Wakil Bupati Paluta, polisi juga meringkus 13 orang lainnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...