Bawaslu Fokus Awasi 47 TPS Rawan Politik Uang dan Netralitas KPPS

Selasa, 16 April 2019 - 18:00 WIB

FAJAR.CO.ID,MAROS — Sekitar 24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dianggap rawan di Kabupaten Maros, dengan indikasi KPPS berkampanye untuk peserta pemilu.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Maros, Sufirman, Selasa, (16/4).

Dia mengatakan berdasarkan hasil identifikasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, 24 TPS rawan di Maros dengan indikasi KPPS berkampanye untuk peserta pemilu adalah yang tertinggi di Sulsel.

Berdasarkan hasil identifikasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, 24 TPS rawan di Maros dengan indikasi KPPS berkampanye untuk peserta pemilu adalah yang tertinggi di Sulsel.

Angka tersebut bahkan berselisih jauh jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainya di Sulsel, tertinggi hanya 6 TPS di Kabupaten Bulukumba dan Luwu.

Selain itu 47 TPS rawan di Maros yang terdapat praktik politik uang/barang pada masa kampanye juga yang tertinggi di Sulsel setelah Luwu Utara.

Hal lainnya yang juga menjadi sorotan Bawaslu kata dia, yakni penempatan TPS.

Bahkan kata dia ada sekitar 78 TPS masuk kategori Rawan sebab dekat dengan Posko pemenangan peserta pemilu, juga termasuk 108 TPS rawan dengan indikasi dekat dari lembaga pendidikan.

“Terkait dengan TPS yang dekat dengan Posko tim atau rumah caleg, Bawaslu melalui jajaranya dibawah sudah memberikan saran perbaikan untuk dipindahkan ke lokasi yang netral,” ungkapnya.

Saat ini pihaknya akan memfokuskan pengawasan pada tempat pemungutan suara (TPS) yang rawan Politik Uang dan netralitas KPPS.

“Saat ini kami telah koordinasikan dengan beberapa pihak terkait, juga telah menhinstruksikan kepada Panwascam, pengawas kelurahan/desa, PTPS agar betul-betul mengawasi TPS rawan tersebut,” pungkasnya. (rin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.