Bawaslu : Politik Uang Paling Banyak di Jabar dan Sumut

Selasa, 16 April 2019 - 21:50 WIB

FAJAR.CO.ID,JAKARTA— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di seluruh Indonesia telah menyelenggarakan patroli pengawasan untuk mencegah dan mengawasi praktik politik uang, terutama selama masa tenang pemilu 2019. Anggota Bawaslu, Mochammad Afifuddin mengatakan, dari patroli tersebut, ditemukan ada 25 kasus dugaan politik uang yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

“Jadi, total 25 kasus yang tertangkap tanggan hingga saat ini,” ujar Afif di Kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (16/4).

Afif menambahkan, Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut) merupakan dua provinsi dengan kasus politik uang terbanyak di pemilu 2019 ini. Lima kasus politik uang terjadi di Jabar, dan lima kasus terjadi di Sumut.

“Penangkapan dilakukan atas koordinasi pengawas pemilu bersama dengan pihak kepolisiaan. Setiap pengawas pemilu penemu akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan mengumpulkan bukti dan mengklarifikasi setiap pihak yang diduga terlibat dan menyaksikan,” katanya.

Afif melanjutkan, ‎barang bukti yang ditemukan beragam jenisnya, mulai dari uang, deterjen, hingga sembako. Temuan uang paling banyak didapat di Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dengan jumlah uang Rp 190 juta.

“Lokasi praktik politik uang yang ditemukan di antaranya di rumah penduduk dan di tempat keramaian seperti di pusat perbelanjaan,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan pengawasan hari tenang, Bawaslu hingga pengawas pemilu di tingkat TPS melakukan kegiatan patroli pengawasan terhadap praktik politik uang. Kegiatan dilakukan dengan berbagai metode pengawasan, seperti mengelilingi kampung mengkampanyekan tolak politik uang kepada masyarakat.

“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk pencegahan Bawaslu kepada peserta pemilu dan
pemilih,” tuturnya. (jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.