Berkicau Soal Katedral Notre Dame, Trump Dituding Sok Tahu

Selasa, 16 April 2019 - 13:25 WIB

FAJAR.CO.ID, PARIS–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyulut kemarahan warganet saat dunia tengah menyaksikan kebakaran hebat Katedral Notre Dame, Paris, Senin (15/4). Itu dilakukannya hanya dengan sebuah tweet.

Dalam perjalanan menggunakan Air Force menuju Minnesota, Trump sempat mengirim tweet soal kebakaran tersebut. Dia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa salah satu ikon Paris itu.

Sayangnya, The Donald juga nekat memberi saran mengenai cara menanggulangi api. Taipan 72 tahun itu menyarankan pemadam kebakaran menggunakan teknik bom air alias menjatuhkan air dari udara menggunakan pesawat atau helikopter. “Harus bertindak cepat!” cuit Trump.

Tak disangka, cuitan itu mendapat respons dari badan penanggulangan bencana Prancis. Mereka menjelaskan, pemadaman lewat udara tak bisa digunakan karena dapat mengakibatkan kerusakan lebih parah struktur katedral abad ke-13 itu.

“Semua cara sudah digunakan, kecuali bom air, yang jika dipakai dapat meruntuhkan seluruh struktur katedral,” tulis pihak BNPB Prancis di Twitter.

Meski tak menyebut Trump, cuitan BNPB Prancis tersebut jelas terkait pernyataan ayah Ivanka tersebut. Pasalnya, mereka menuliskannya dalam bahasa Inggris, sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya.

Warganet pun bereaksi negatif terhadap cuitan Trump. Mereka menilai orang nomor satu Amerika Serikat itu sok tahu.

“Ketika California terbakar Anda sepertinya tidak tahu apa-apa soal kebakaran. Tolong, diam. Ini adalah saat tragis bagi warisan budaya manusia,” tulis akun @PabloMM.

Sebelum ini, dia jadi pakar penerbangan. Sekarang dia memberi pelajaran soal memadamkan kebarakan,” sindir @RyanHillMI.

Ada juga warganet yang menuding Trump iri karena semua media fokus memberitakan kebakaran di Notre Dame. “Dia cuma cemburu karena beritanya bukan tentang dia,” tulis @UROCKlive1.

Kebakaran di Notre Dame saat ini sudah bisa dijinakkan. Api menghancurkan bagian atap dan menara rumah ibadah umat Katolik itu. Sementara interior katerdral sebagian besar selamat. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *