KPU Pastikan Warga Korban Gempa di Palu Ikut Pemilu


FAJAR.CO.ID, PALU – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu memastikan warga korban gempa bumi, tsunami dan likuefaksi di Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah dapat menyalurkan aspirasi politik pada Pemilu Legislatif dan Presiden pada 17 April 2019 besok. Hal ini karena telah disiapkan tempat pemungutan suara di lokasi pengungsian, termasuk di huntara (hunian sementara) yang tersebar di sejumlah wilayah dalam kota itu.Ketua KPU Palu, Agusalim Wahid, Selasa (16/4) mengatakan warga korban bencana alam di Palu yang kini tinggal di huntara dan beberapa titik pengungsian sudah masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT).Jadi mereka dipastikan mendapatkan surat panggilan memilih atau dikenal C6 dan siap untuk mencoblos pada Rabu (17/4) yang akan mulai berlangsung pada pukul 07.00 Wita hingga batas waktu yang telah ditetapkan KPU.”Kalaupun tidak ada surat panggilan, tetap bisa mencoblos dengan membawa identitas yakni kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik (e-KTP) yang dikeluarkan oleh Dinas kependudukan dan Pencatatan sipil (Dukcapil) Kota Palu,” kata dia.Agussalim juga mengatakan semua logistik pemilu sudah harus sampai hari ini di masing-masing TPS yang ada di seluruh wilayah Kota Palu.Surat suara, kotak suara, bilik suara dan perlengkapan pemilu lainnya sejak Senin (15/4) telah didistribusikan oleh KPU kepada PPK di delapan kecamatan, yakni Palu Barat, Palu Timur, Palu Selatan, Tatanga, Ulujadi, Mantikulore, Taweli dan Palu Utara.

Komentar

Loading...