Kuota Haji Ditambah 10 Ribu, Begini Cara Jokowi ‘Rayu’ Raja Salman

Selasa, 16 April 2019 - 16:37 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo mengungkapkan asal mula penambahan 10 ribu kuota haji yang diberikan Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud beberapa waktu yang lalu. Dikatakan Jokowi, semula pemerintah Indonesia mengajukan tambahan kuota haji menjadi 250 ribu jamaah per tahun. Atau naik dari 221 ribu jamaah. Namun, Raja Salman hanya merestui 10 ribu saja.

Jokowi menjelaskan, sebetulnya pemerintah sudah lama melobi Arab Saudi untuk menambah jumlah kuota haji. Saat kunjungan ke Arab Saudi sekaligus umroh bersama keluarga, Jokowi pun langsung menyampaikannya kepada Raja Salman.

“Ini sebenarnya permintaan sudah lama, langsung dijawab beliau secara resmi kita ditambahkan kuota haji. Alhamdulillah 10 ribu. Jadi dari 221 ribu menjadi 231 ribu,” ujarnya di sela-sela pembukaan Halal Park di Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (16/4).

Jokowi menerangkan sebelum sah diberikan tambahan kuota, ia terlebih dulu bercerita kepada Raja Arab bahwa di Indonesia orang yang hendak melaksanakan ibadah haji harus menunggu 35 hingga 40 tahun lamanya. Bahkan, harus mengantre sejak lahir. Hal ini menjadi wajar mengingat Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia.

“Saya sampaikan calon jemaah haji Indonesia ini menunggu sampai 35-40 tahun. Kepada Sri Baginda, saya sampaikan, lahir langsung harus daftar antrean,” tuturnya.

Ia pun masih melobi tambahan kuota haji lagi kepada Raja Arab. Namun belum dijawab secara langsung. Kendati begitu, mantan gubernur DKI Jakarta itu mengaku optimis akan dapat lagi tambahan kuota haji dari sang raja.

“Saya sampaikan secara langsung saat itu. Bisa aja nanti tahu tahu ditambah. Tapi yang 10 ribu sudah resmi,” ungkapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *