Masih Dibantar, KPK Belum Tahu Rommy akan Nyoblos di Mana

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, penahanan Romahurmuziy alias Rommy masih dibantarkan di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Rommy merupakan tersangka suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

“Sampai hari ini Rommy masih dibantarkan di RS Polri,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (15/4).

Kemudian, ketika ditanya mengenai hak politik Rommy untuk memilih pada 17 April, Febri mengaku belum bisa memastikan. “Kami belum mengetahui apakah Rabu ini, Rommy sudah kembali ke Rutan KPK,” tukas Febri.

Meski demikian, kata dia, dari koordinasi dengan pihak panitia Tempat Pemungutan Suara (TPS) 012 Guntur, KPK menegaskan sebanyak 63 tahanan KPK akan difasilitasi menyalurkan suara. Nantinya, para tahanan akan menggunakan hak suaranya di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di Gedung Merah Putih KPK.

Adapun, sejumlah 63 tahanan tersebut berasal dari tiga lokasi berbeda, yaitu rutan gedung lama KPK, rutan belakang Gedung Merah-Putih KPK, dan rutan Pomdam Jaya Guntur.

Rommy merupakan tahanan di Rutan Cabang KPK yang berlokasi di belakang gedung Merah-Putih KPK sejak diumumkan sebagai tersangka pada 16 Maret lalu. Itu artinya, dia memang diberikan hak untuk memilih pada pemilu 2019.

“Sedangkan tahanan lain yang dititipkan di rutan lainnya mengikuti proses dan penyelenggaraan di rutan tersebut,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyatakan bahwa setiap tahanan KPK mempunyai hak untuk mencoblos.

“Ya harus kan itu. Itu kan hak mereka. Kan selama hak politiknya belum dicabut, dia punya hak,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Selasa (9/4).

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment