Perundungan, Begini Cara Menyikapinya

Selasa, 16 April 2019 - 07:37 WIB

FAJAR.CO.ID–Kasus perundungan atau bullying kembali mencuat ke masyarakat setelah siswi SMP asal Pontianak, berinisial AU mengalami penganiayaan dari sekelompok orang. Terlepas dari kasus yang menimpa AU, apa langkah yang harus dilakukan ketika mengalami perundungan?

Patricia Yuannita, Psikolog, ketika ditemui di acara Ngobras “Fenomena Remaja Zaman Now” mengungkapkan secara umum kasus perundungan bukan hanya dialami anak-anak remaja. Tetapi bisa terjadi di semua kalangan dan umur. Intinya, terjadi di antara dua orang atau kelompok yang ingin menunjukkan kekuatan lebih besar.

Memang harus diakui, ketika seseorang dipojokan, dilecehkan, diancam, atau bahkan hingga mengalami kekerasan pasti akan merasa marah. Namun, ungkap Patricia, perundungan atau bullying bisa dicegah dan diredam kalau seseorang bisa tegas serta berani ketimbang ikutan emosi.

Disamping itu, perlu adanya kepercayaan diri terlebih dahulu. Karena orang yang ingin melakukan perundungan tentu berharap orang yang ditargetkannya itu tertindas.

“Kita kalau ditekan atau diberikan kata-kata kasar tindakan yang pertama adalah be confidence saya ga merasa. Atau jangan giniin saya, percaya bahwa orang lain ga boleh gituin kita apalagi ngasarin,” kata Patricia Yuannita M.Psi, Psikolog, ketika ditemui di acara Ngobras ‘Fenomena Remaja Zaman Now’, Senin (15/4).

Lalu kedua, menahan emosi menghadapi seorang pem-bully sangat penting. Kenapa? Sebab menurutnya, menanggapi seorang pembully dengan sopan justru akan meredakan suasana.

Di saat si pem-bully mendapatkan reaksi yang berbeda, yang cenderung datar-datar saja, maka ia akan bosan dengan sendirinya untuk mengganggu. Misalnya, ketika seseorang mulai mem-bully Anda, tak ada salahnya memberitahu kalau apa yang dilakukannya itu tak benar. Tentunya dengan kata-kata yang tak memancing emosi.

Tapi, sikap berani, percaya diri, dan menahan emosi memang harus dibentuk dan diajarkan sejak dini. “Sikap seperti ini perlu dilatih sejak usia dini, agar tidak mudah tersulut emosi yang berujung pada kekerasan atau perkelahian,” sambungnya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *