Ditemani Istri dan Anak, Ganjar Bersepeda ke TPS

Rabu, 17 April 2019 - 09:49 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG–Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo menyalurkan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (17/4).

Ganjar bersama istri, Siti Atiqoh dan anaknya, Zinedine Alam Ganjar datang ke TPS dengan bersepeda. Ketiganya kompak mengenakan baju putih.

Ganjar tiba di lokasi pencoblosan sekitar pukul 07.30 WIB. Kehadirannya bersama belasan anggota komunitas sepeda Samba yang juga berbaju putih. Ganjar berada di barisan depan dengan menunggangi sepeda lipatnya.

Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Ganjar sebelum menuju TPS. “Belum makan ini. Mandi dulu yang jelas. Salat sunah dulu sebelum berangkat. Biar aman Jawa Tengah,” ungkapnya.

Baca Juga: Tentukan Pilihan, Anies Berunding Bersama Keluarga

Terkait kedatangan bersama komunitas gowes, Ganjar mengaku sudah direncanakan. Agenda bersepeda tiap hari libur akhirnya dibarengkan dengan momen coblosan.

“Kawan-kawan goweser ini ternyata melek politik semua. Mereka mengantar saya ke sini. Kemarin janjian. Pak, besok kalau mau nyoblos saya mau antar gitu. Pagi-pagi sudah sampai tadi. Terus mereka saling mau mengantar di titik-titik pencoblosan,” imbuhnya.

Pada Pemilu 2019, Ganjar berharap partisipasi pemilih melebihi saat Pilgub Jateng 2018. “Gegap gempitanya luar biasa. Ada legislatif, pilpres. Mudah-mudahan pancingan-pancingan di media dengan kampanye terbuka yang ramai itu mendorong masyarakat berpartisipasi datang nyoblos. Meningkatlah partisipasi di Jateng,” harapnya.

Sementara bagi putra Ganjar, Zinedine Alam, Pemilu 2019 merupakan pengalaman pertamanya nyoblos. Perasaannya mirip seperti awal mula seorang anak masuk sekolah.

“Seperti pertama sekolah deh. Kalau SD, duh kok bangun pagi. Mau hal-hal yang baru. Agak ada males-malesnya. Mungkin memang pemilih pemula. Tapi ya juga seperti sekolah pertama. Pasti nanti merasa asyiknya, pengalaman baru,” akunya.

Ia pun sadar sebagai warga negara yang baik, golput bukan pilihan. Sebab pemilu menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan juga. “Mereka pikir (golput) itu solusi yang baik. Padahal itu hanya melewatkan tanggung jawab. Nanti mungkin bisa diambil sama setan-setan yang tak bertanggung jawab di sini,” cetusnya.

Apakah pilihannya adalah hasil pemikiran sendiri atau diperngaruhi orang tua? Alam pun menjawab tegas. “Oh ya, pilihan sendiri,” tegasnya. (jp)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.