Mahasiswa Jangan Hiraukan Politik Dikotomi dan Jangan Golput


Fajar.co.id, Makassar — Data dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan total jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai 7,5 juta orang. Meskipun ini masih terbilang sedikit dibandingkan dengan usia pendidikan kita, mahasiswa tetap memiliki peran penting dalam penguatan substansi demokrasi.Jumlah ini kemudian menjadi lebih sedikit lagi jika melihat jumlah total mahasiswa Polinas Lp3i Makassar yang hanya berkisar 1000 mahasiswa. Namun persoalan demokrasi substansial sepenuhnya bukan persoalan kuantitas namun persoalan kualitas.Sekitar 40% mahasiswa/i Polinas tergolong ke dalam pemilih pemula yang artinya masih sangat minim pengalaman dalam sebuah pesta demokrasi. Apalagi tahun ini menjadi tonggak awal pemilihan serentak (Presiden dan anggota legislatif) di dalam sejarah berdemokrasi rakyat Indonesia.Menurut Humas Polinas Lp3i Makassar, Azwar Wijaya Syam S.Ip.,M.A., mahasiswa Polinas Lp3i Makassar pada khususnya harus tetap ambil bagian dalam sejarah sirkulasi kepemimpinan eksekutif maupun legislatif melalui pemilu ini. Meskipun beberapa bulan terakhir khususnya pilpres menunjukkan politik dikotomi yang sama sekali tidak mendidik pemilih pemula.Masyarakat dihadapkan pada politik dikotomi yang berpotensi memecah belah yakni pendukung 01 akan dimusuhi oleh pendukung 02 dan pendukung 02 akan dimusuhi oleh pendukung 01. Ini merupakan pendidikan politik yang sarat akan potensi perpecahan yang artinya kurang lebih 50% masyarakat Indonesia akan memusuhi kita ketika memilih paslon tertentu.

Komentar

Loading...