Pikul Logistik, Jalan Kaki 4 Jam

0 Komentar

Sungai, sawah, dan kebun mereka lalui. Dengan jalan kaki. Demi terlaksananya pesta demokrasi.

Laporan: Sirajuddin, SINJAI

MASIH pagi, Selasa, 16 April. Para petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan aparat kepolisian dan TNI mulai bersiap.

Logistik pemilu dikemas serapi mungkin. Disusun teratur. Lalu, dibungkus plastik hitam berukuran besar. Itu belum cukup. Masih ditambah lilitan tambang pula di sekelilingnya.

Alat dan bahan untuk pencoblosan itu diperlakukan sangat hati-hati. Hak demokrasi warga ada di situ. Warga kampung yang hendak mereka datangi dengan membawa logistik itu.

Tujuan mereka adalah Kampung Boja, Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulsel. Sebuah wilayah yang masuk kategori pedalaman terpencil. Kendaraan belum bisa tembus ke sana.

Akses ke lokasi itu cukup sulit. Para harus berjuang dan berjibaku dari pusat desa ke Kampung Boja. Melintasi sungai, jalan terjal yang licin dan becek.

Bahkan harus berjuang menjaga keseimbangan tubuh berjalan di pematang sawah dengan membawa beban di pundak. Matahari mulai meninggi saat kami berangkat. Jarum jam menunjukkan pukul 10.00 Wita.

“Kami terpaksa melewati jalur terjal dan pendakian ini untuk sampai ke TPS,” jelas Syurtinawar, anggota PPS.

Keringat mengguyur di tubuh mereka. Butiran peluh menetes dari kening para pejuang demokrasi ini. Lelah kadang dilawan. Agar tak tertinggal kawan lain.

Namun, saat semua telah lelah, kadang beristirahat sejenak. Lalu, mereka bergantian memikul hingga sampai ke TPS 11 Boja. Cara itu efektif mengurangi beban petugas.

Sepanjang perjalanan, petugas TPS tampak bergantian memikul logistik tersebut. Butuh empat kali istirahat sebelum sampai ke TPS 11 Boja.

Sebuah perjalanan yang menempuh 5 kilometer dari pusat desa. Kami baru bisa tiba pukul 14.00 wita. Empat jam lamanya kami berjalan. Bahkan kadang harus melintasi sungai, atau berjalan di bantarannya.

Lelah memang terasa berjalan jauh, tetapi demi Pemilu semua harus dipastikan warga tersalurkan hak pilihnya.

Salah seorang warga setempat, Huse berharap agar pemilu kali ini dapat terpilih pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Khususnya di kampung ini.

Apalagi logistik pemilu didistribusi melalui jalur dengan jalan rusak dan ditempuh dengan berjalan kaki. “Kami sangat berterima kasih karena meskipun kami berada di pelosok, hak pilih kami tetap diperhatikan,” ujar Huse.

Muhammad Naim, Ketua KPU Sinjai, menyebut distribusi logistik berjalan dengan lancar. Tidak ada keluhan dan laporan kerusakan dari petugas.
“Alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada kendala, dan telah tersebar di 849 TPS se-kabupaten Sinjai,” sebutnya. (*/rif-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment