Ratusan Warga Binaan Lapas Menunggu Surat Suara 

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) di Lapas Klas I Makassar menemui kendala. Surat suara yang tersedia sesuai jumlah DPT hanya 84 lembar dan surat suara tambahan dua lembar.

Sementara surat suara untuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang jumlahnya sebanyak 345 jiwa tidak tersedia. Sehingga antrean menumpuk untuk DPTb. Sedangkan DPTb ini baru akan dilayani jika surat suaranya masih ada.

Kepala Lapas Klas I Makassar, Budi Sarwono mengatakan informasi terakhir dari KPU Kota Makassar akan surat suara untuk DPTb diupayakan surat suara sisa dari TPS di luar lapas.

“Karena surat suara yabg tersedia baru 84 lembar. Padahal DPTb 435, itu belum ada surat suaranya diupayakan oleh KPU dicari di TPS lain,” katanya.

Budi mengaku sudah berkoordinasi dengan KPU Kota Makassar dan Polrestabes sebagai pemberitahuan bahwa ratusan warga binaan antre menunggu surat suara dari luar. “Semoga cepat diantisipasi, agar mereka tidak kehilangan hak pilihnya. Surat suara kita tunggu sampai jam 12.00 siang,” katanya.

Sementara dari pantauan TPS sudah kosong pemilih dari  DPT. Sedangkan para DPTb sudah antre sejak TPS dibuka pukul 07.30 Wita.

“Apa arti sebuah demokrasi jika kita tidak bisa menyalurkan hak pilih. Bagaimana caranya kalau bilang tunggu sisanya, sementara TPS di luar selesai jam 13.00. Sementara di sini TPS tutup jam 14.00. Sudah tidak bisa lagi memilih,” kata warga binaan Adil Patu.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini mengaku heran dengan sistim yang ada. Pemilu kali ini sangat amburadul. “Ini orang mau memilih sudah antre berjam-jam,” katanya. ”

Tidak tahu fenomena apa ini, tidak pernah kejadian seperti ini di Lapas. Masa yang surat suara disediakan hanya 84. Kita di sini bukan baru kemarin datang. Jelas kita kehilangan hak kalau tidak ada nanti surat suara. Makanya ini pidana ditujukan ke penyelenggara, kenapa tidak kasi kita punya hak,” ujar narapidana kasus korupsi dana bantuan sosial ini. (rul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment