Rp1,3 Miliar untuk “Serangan Fajar” Digagalkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA–Sehari menjelang pemilu serentak 2019, petugas kepolisian yang tergabung dalam sentra Gakkumdu Bawaslu, berhasil mengungkap tiga kasus dugaan money politics.

Momen politik uang terjadi di Ponorogo, Surabaya, dan Kabupaten Lamongan.

Baca Juga: Bawaslu : Politik Uang Paling Banyak di Jabar dan Sumut

“Dari tiga lokasi tersebut, petugas berhasil menyita uang tunai lebih dari Rp1,3 miliar. Untuk kasus di Ponorogo, barang bukti yang berhasil diamankan sebesar Rp66 juta, di Surabaya Rp259 juta, serta Rp1 miliar di Lamongan,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Frans Barung Mangera.

Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin, menyatakan telah mendapat laporan ketiga kasus di Jawa Timur tersebut.

Pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman dan belum bisa memastikan temuan uang tersebut, apakah digunakan untuk money politics atau sebagai uang saksi dari partai tertentu.

Baca Juga: Pasukan Anti-politik Uang Patroli Door-to-Door

Pengungkapan dugaan kasus pelanggaran pemilu tersebut dilakukan jajarannya, bekerja sama dengan sentra Gakkumdu Bawaslu masing-masing kota yang saat ini masih melakukan penyelidikan. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment