Tahanan Korupsi Nyoblos dengan Tangan Diborgol

Rabu, 17 April 2019 - 12:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA–Setiap warga negara Indonesia diberikan hak memilih di pemilu 2019. Tak terkecuali tahanan korupsi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka pun difasilitasi mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dekat rutan KPK.

Di rutan KPK, tepatnya di TPS 012, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, tampak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mempersiapkan bilik suara dan kerta suara untuk para tahanan KPK yang akan mencoblos.

Sekitar pukul 10.40 WIB terlihat Anggota DPR RI fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso memasuki rutan K4 KPK. Bowo merupakan tahanan kasus dugaan “serangan fajar”. Dia memakai kemeja kotak-kotak hanya tertunduk sambil berjalan menuju ke dalam gedung.

Baca Juga: Sandi Satu TPS Putra Soekarno

Tak lama setelah Bowo tampak mantan Mensos, Idrus Marham memasuki rutan KPK. Wajah Idrus tampak tersenyum ketika menyapa awak media. Dia tampak menggenakan kemeja putih dan celana putih.

Mereka sendiri ditahan di rutan berbeda dan dibawa menggunakan mobil tahanan dengan tangan diborgol dan memakai rompi tahanan.

Baca Juga: Sebentar Lagi Quick Count, Jokowi Optimis Menang Lagi

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengungkapkan di rutan K4 KPK, terdapat 63 yang memiliki hak pilih. “Jumlah tahanan KPK 168 orang. Tahanan di Rutan Cab KPK 63 orang memiliki hak pilih,” kata Febri, Rabu (17/4).

Febri juga menjelaskan sejumlah tahanan lainnya yang dititipkan di sejumlah tempat di Indonesia tetap memiliki hak suara.

“Jadi banyak yang dititipkan di Rutan lain di Sumut, Riau, Lampung, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Surabaya dan Maluku 105 orang,” pungkasnya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *