Bawa Beban, Lintasi Hutan 5 Km

Kamis, 18 April 2019 - 07:09 WIB
DEMI DEMOKRASI. Warga dan petugas memikul logistik ke Dusun Holiang, Desa Cenrana, Kecamatam Camba, Maros. (ARINI NF/FAJAR)

Lokasinya terpencil. Di perbatasan Maros-Bone. Nyaris terisolasi pula.

Oleh: Arini Nurul Fajar, Maros

Tempat Pemungutan Suara (TPS) 4 di Dusun Holiang, Desa Cenrana, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Lima kotak suara yang berisikan logistik Pemilu 2019, tiba di kampung itu, Rabu, 17 April. Setelah melalui rintangan dan perjuangan melelahkan para petugas.
Panitia Pemungutan Suara (PPS), Pengawas TPS, Bhabinkamtibmas, mengambil logistik itu di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Camba sehari sebelumnya.

Untuk bisa sampai ke TPS 4 di Dusun Holiang, para petugas harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer. Melintasi medan ekstrem sambil memikul logistik yang dibungkus plastik hitam. Ada pula yang ditandu.
Mereka melalui jalan menanjak, berbatu, dan melintasi hutan. Tidak ada pilihan, karena jalanan ke dusun itu tidak bisa diakses kendaraan roda empat. Petugas juga tidak bisa menggunakan motor, sebab takut kotak suara yang berbahan kardus akan rusak sebelum digunakan.

Di antara rombongan itu, ada Aipda Muhammad Ilham, Bhabinkamtibmas Polsek Camba. Dari PPK Camba, mereka ke Kantor Desa Cenrana dahulu, menggunakan mobil. Di kantor desa, mereka mengganti kendaraan offroad dan membawa lima kotak suara yang berisikan kertas suara.
Kendaraan lalu dititip di Dusun Lempong, Desa Benteng. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sambil memikul logistik.
“Jarak dari kantor desa ke sini itu sekitar 10 kilometer, mobil tidak bisa sampai ke sana. Makanya mau tidak mau kita pikul. Kalau naik motor ditakutkan logistik ini rusak kalau diikat,” ungkapnya, kemarin.

Beruntung, saat perjalanan, cuaca bersahabat. Tidak hujan. “Kalau hujan, lebih sulit lagi medannya karena jalan pasti licin dan banyak bebatuan,” akunya.
Untuk mengurangi beban, logistik dipikul secara bergantian. Mereka juga dibantu warga yang kebetulan ada di jalan.
Pemilu 2019 ini pun berjalan aman dan dihadiri sekitar 160 warga dari 202 DPT, DPTB 1, dan DPK 2 orang. antusiasme warga datang menggunakan hak pilih, juga sangat besar.

“Bahkan ada yang tunanetra juga datang. Meski harus berjalan sejauh 3 kilometer dari rumahnya ke TPS hanya dengan berjalan kaki melintasi medan yang ekstrem,” ungkapnya.
Tunanetra itu datang bersama ibunya Habi (70). Mereka berdua rela jauh-jauh berjalan agar hak suaranya tersalurkan. “Jadi mereka berdua datang sejak kemarin sore dan menginap di rumah ketua RT 01,” katanya.

Surat suara yang telah dicoblos setelah pemilihan, belum bisa langsung dikembalikan ke PPK. Kemarin sore, hujan deras sehingga jalanan sangat licin. “Ditakutkan rusak kalau kena hujan,” ungkapnya.
Sekadar diketahui di TPS 4 ini, perolehan suara pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01 unggul. (*/rif-zuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.