Dugaan Politik Uang Terdeteksi di 15 Daerah di Jateng

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) menemukan 27 kasus dugaan money politic terkait Pemilu 2019. Dugaan pelanggaran di 15 kabupaten/kota yang terjadi selama masa tenang itu kini sedang diusut.

15 Kabupaten/kota yang dimaksud di antaranya Banyumas 7 kasus, Salatiga 4 kasus. Kemudian Boyolali, Brebes, Wonogiri, serta Batang masing-masing 2 kasus. Disusul Banjarnegara, Kudus, Cilacap, Demak, Kebumen, Pekalongan, Purworejo, serta Kota Tegal masing-masing satu kasus.

“Posisi kasus ada yang masih dalam proses investigasi guna memenuhi syarat formal maupun materiil. Ada yang sudah diregister dan ada yang sudah masuk dalam tahap proses penanganan,” terang Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Jateng Sri Wahyu Ananingsih, Kamis (18/4).

Untuk modusnya, mayoritas berbentuk pemberian uang. Kebanyakan dilakukan sesorang yang memberikannya secara langsung ataupun tersimpan dalam sepucuk amplop. “Di dalam pemberian uang itu biasanya disertai dengan stiker atau gambar peserta pemilu tertentu,” sambung perempuan yang akrab disapa Ana itu.

Lantaran sifatnya masih dugaan, maka jajaran Bawaslu di Jateng terlebih dahulu melakukan pengusutan. Sentra Gakkumdu tiap-tiap kabupaten/kota masih dalam proses penanganan dengan mengumpulkan bukti-bukti, klarifikasi kepada pelapor, terlapor maupun para saksi.

“Sentra Gakkumdu akan melakukan proses kajian. Apakah dugaan pelanggaran politik uang itu memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilu atau tidak. Jika kasus dugaan sudah diregister, maka Bawaslu memiliki waktu maksimal selama 14 hari kerja untuk melakukan proses penanganan,” tandasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...