Gagal di Pemilu, Gangguan Mental yang Bisa Terjadi

FAJAR.CO.ID-- Pemilihan umum telah digelar Rabu (17/4). Anda barangkali sudah sering membaca berita mengenai caleg yang stres lantaran gagal pada pemilu legislatif. Bahkan sampai ada yang memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Stres memang bisa berujung pada gangguan mental jika tidak ditangani dengan baik. Jenis-jenis gangguan mental ini beragam, salah satunya adalah depresi.

Tak hanya caleg, capres dan wacapres juga bisa mengalaminya. Hasil yang kurang memuaskan dalam pemilu bisa saja membuat mereka kecewa, frustrasi, atau menolak menerima kenyataan.

Dilansir Psychology Today, peristiwa politik seperti pemilu disinyalir mencetuskan yang namanya Post Election Stress Disorder (PESD).

Meski penelitian berbasis bukti mengenai PSED masih harus ditinjau lebih lanjut, data pendahuluan menyebutkan bahwa gagasan mengenai PESD ini nyata.

Bagi para caleg, penting untuk memahami bahwa kegagalan dalam hidup memang biasa terjadi. Sama halnya dengan kegagalan terpilih pada pemilu tahun ini.

Pada awalnya Anda akan merasa stres dan sedih. Tetapi jika stres tidak bisa Anda kelola dan dirasakan berlarut-larut, gangguan mental mungkin dapat terjadi.

Di bawah ini merupakan gangguan mental yang mungkin terjadi, dikutip dari Kaltim Post (Jawa Pos Group), Kamis (18/4).

1. Depresi

Kasus caleg depresi saat gagal dalam pemilu sudah banyak terjadi sebelumnya. Satu hal yang perlu dikhawatirkan adalah munculnya keinginan bunuh diri dari caleg gagal tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...