Golkar-Nasdem Bersaing Ketat Rebut Suara di Sulsel

0 Komentar

Partai Golkar dan Nasdem bersaing ketat. Itu untuk melanggengkan kadernya ke Senayan.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Lembaga survei menempatkan Nasdem sementara dipuncak, disusul Golkar. Itu terlihat dari survei Indo Barometer. Data yang masuk sudah capai 56,08 persen. Adapun quick count Nasdem, 17,80 persen, sementara Golkar 16,50 persen untuk suara di Sulsel. Partainya lainnya (lihat grafis).

Sementara Golkar Sulsel masih yakin Sulsel tetap kuning. “Masih perhitungan sekarang. Insyaallah Golkar menang. Pergerakan menggembirakan. Belum ada angka. Tapi pergerakan saya pantau manual,” kata Ketua DPD Golkar Sulsel, Nurdin Halid, Rabu 17 April.

Termasuk Kota Makassar, Nurdin yakin betul bisa menjadi pemenang. Sisa menunggu hasil rekapitulasi real qount oleh para saksi yang masih berpresose hingga Rabu malam, 17 April.

“Kita optimis. Sulsel masih kuning. Kepercayaan masyarakat masih tinggi. Untuk laporan para saksi kita di TPS, kira-kira subuh hasilnya sudah ada,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrief mengatakan pihaknya bersyukur jika sudah ada lembaga survei yang merilis hasilnya dan menempatkan partainya di posisi leading.

“Kalau quick count sudah melempar seperti itu saya berharap nanti di real count margin error rendah dan realisasi Nasdem menang di Sulsel. Sehingga baik DPR RI, provinsi dan kabupaten kota bisa linear menang,” katanya.

Dia mengimbau agar seluruh saksi yang dibawah kordinasi Komisi Saksi Nasdem (KSN) mengawal suara Nasdem di rekapitulasi berjenjang penyelenggara. “Semoga quick count bisa terealisasi sampai real count,” ujar wakil ketua DPRD Sulsel ini.

Namun perburuan presiden treshold 4 persen, sejumlah partai terancam. Partai baru seperti PSI, Perindo, Berkarya, dan Garuda belum dalam posisi yang aman.

Bukan hanya partai baru, PBB dan Hanura partai lama juga masih rawan. Sekretaris DPD Hanura Sulsel, Affandi Agusman Aris menyampaikan, Hanura sendiri masih sangat optimis menembus PT empat persen.

“Perhitungan sementara masih berjalan, data masuk baru 50 persen. Kami melihat peluang itu masih ada. Mendekati data 100 persen, suara Hanura bertambah,” ujarnya.

Ketua DPW PSI Sulsel Fadly Noor, menjelaskan apa yang dicapai PSI sampai saat ini tentu berdasar dari perjuangan dari seluruh kader simpatisan dan caleg PSI.

“Kami termasuk yang percaya pada quick count, dan kita berada pada 2,2 persen. Itu kita anggap gambaran yang menunjukkan hasil akhir,” ujarnya.

PSI kata Fadly, sangat sadar jika posisi politik PSI saat ini belum cukup untuk dipilih oleh tujuh juta warga sebagai syarat untuk menembus ambang batas parliamentary threshold.

“Tentu akan kita melakukan evaluasi semua. Hasil ini bukan akhir, kami akan terus bergerak membesarkan PSI,” tuturnya. (*)

Reporter: Bayu Firmansyah-Sahrul Alim
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment