Jilid 2

0 Komentar

Oleh: Itji Diana Daud
Sesuai hitung cepat atau quick count ajang Pemilihan Presiden 2019 yang dilakukan beberapa Lembaga survei, menyatakan Pasangan Jokowi–Amin memenangkan pertaruhan final tersebut tanggal 17 April 2019 kemarin. Tetapi perhitungan resmi KPU masih harus menunggu paling lambat 35 hari. Meskipun biasanya perhitungan cepat tak jauh beda dengan hasil perhitungan resmi.

Namun, pekerjaan berat pemerintahan Jokowi-Amin pada periode 2019-2024 adalah bagaimana membangun masyarakat, ketimbang membangun infrastruktur yang sudah banyak terlihat pada pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Apalagi, pada persaingan Pilpres 2019 kali ini, betul-betul seperti memecah masyarakat menjadi dua kubu.

Membangun masyarakat bukan hal muda, seperti kata Bung Karno, “membangun masyarakat lebih sulit dibandingkan dengan membangun negara.” Dari apa ucapan Bung Karno, pemerintahan Jokowi-Amin harus betul-betul mampu mengembalikan kepribadian masyarakat dan kebudayaan bangsa Indonesia.
Kepribadian dan kebudayaan kita tentu adalah saling hormat-menghormati dan harga menghargai sebagai satu bangsa meskipun berbeda suku dan agama. Apalagi jika hanya berbeda partai atau pilihan capres.

Sebab dengan kepribadian dan kebudayaan bangsa Indonesia itu, kita sebagai bangsa akan mampu berdiri dengan kuat, aman, makmur, dan sentosa. Oleh karena itu, seluruh bangsa Indonesia harus kembali pada cita-cita luhur pendiri bangsa untuk berbuat sesuatu yang besar bagi bangsa dan negara untuk kejayaan Indonesia.

Jokowi-Amin tak cukup hanya meneruskan “Revolusi Mental” tetapi dibutuhkan sebuah revolusi kebudayaan dan pembangunan kesadaran baru yang melahirkan pembangunan manusia Indonesia yang baru. Sehingga menjadi suatu gerakan hidup baru berkepribadian Indonesia melalui revolusi mental sebelumnya dan kebangkitan kesadaran baru.

Bila resmi ditetapkan sebagai pemenang, maka Jokowi-Amin pada pemerintahan 2019-2024 harus memulai sebuah gerakan hidup baru bangsa Indonesia agar menjadi kebangkitan nasional baru bagi bangsa Indonesia. Ini adalah sebuah revolusi mental jilid II bagi bangsa Indonesia untuk jadi manusia yang berkualitas untuk memenangkan pertarungan dunia.

Jadi, Jokowi-Amin harus meneruskan cita-cita Bung Karno mengenai revolusi mental yang dikenal sebagai Gerakan Hidup Baru untuk melahirkan manusia Indonesia yang baru. Tetapi, pekerjaan utama ada menyatukan kembali semua elemen bangsa yang sempat terpecah dua menjadi kubu. Sehingga bangsa Indonesia benar-benar bisa menjadi manusia baru seperti yang dimaksud oleh Bung Karno sebagai upaya menggembleng manusia Indonesia menjadi berhati bersih, berkemauan keras, bersemangat kuat. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment