Sita Uang Dollar dari Kader Hambalang, Polisi Bungkam, Bawaslu Telusuri

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Lima orang di Kopi Zone terjaring OTT oleh sejumlah petugas kepolisian. Salah satunya Muhammad Awaluddin Mangantarang, kader dari Partai Gerindra yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Koorps Alumni Hambalang.

Dari OTT (Operasi Tangkap Tangan) didapat informasi uang bermiliaran disita. Rp250 juta dalam kelipatan rupiah, dan selebihnya uang dollar sebanyak tiga tas. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 16 April 2019, sekitar pukul 15.00 Wita. Ada puluhan petugas yang mendatangi warkop tersebut menggunakan pakaian preman.

“Setengah empat tadi itu (kemarin, red), banyak sekali petugas menggunakan pakaian preman. Ada dari Bawaslu juga. Dia mengaku dari Bawaslu waktu saya tanya,” ungkap saksi mata yang ditemui kemarin.

Petugas itu lama berada di warkop karena melakukan interogasi kepada lima orang itu. Sekira sampai pukul 17.00 Wita. Dihitung semua uangnya di tas, dan tidak boleh disentuh semua barang.

“Simpan hp di atas meja, terus kumpul semua tasnya. Dan dilarang merekam,” ungkapnya menirukan perkataan petugas.

Sambil memeriksa uang, petugas yang lain memeriksa gawai semua pengunjung. Yang merekam langsung diambil gawainya. Masuk juga di dapur memeriksa. Sampai uang itu dihitung.

“Dihitungki itu uang. Ributnya lagi suaranya. Ada juga di tas. Semuanya diambil petugas. Ada empat tas besar isinya semua uang,” beber sumber FAJAR.

Dia menegaskan, dalam OTT itu tidak ada anggota dewan, hanya berlima yang diamankan. “Awal Gantarang (Muhammad Awaluddin Mangantarang) ji saya kenal, sempat juga pinjam kertas. Awal pakai celana pendek menggunakan baju kaos, dan empat lainnya menggunakan pakaian kaos. Mobil awal diminta sama petugas untuk dibawa,” sambungnya.

Dari informasi yang dihimpun sebelumnya ada juga yang diamankan di hotel dua orang serta ada bukti buku tabungan lima, termasuk tiket. Memang, nama-nama yang diincar itu sudah tercatat. Lengkap identitas e-KTP, nama, usia, dan total uang yang diterima.

Pihak kepolisian yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membantah. Dari Polda Sulsel tidak ada OTT yang dilakukan. Begitu pun dengan Polrestabes Makassar. “Polrestabes tidak ada kegiatan. Jawaban saya itu saja,” singkat Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasubdit III Tipikor Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati bahwa tidak ada operasi dari pihaknya soal itu. “Saya gak tau giat itu. Mungkin satker lain, saya belum monitor,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf membenarkan soal kejadian tersebut. “Sedang diklarifikasi oleh pihak polda, dan kami juga sedang menunggu perkembangan di sana apakah terkait pemilu atau apa,” sebutnya. (gun)