Suara Prabowo dan Jokowi Imbang di Tunisia

Kamis, 18 April 2019 - 18:17 WIB

FAJAR.CO.ID–Tunisia mungkin terletak beribu-ribu kilometer jauhnya dari Indonesia. Namun kemeriahan pesta demokrasi dan ketatnya persaingan para peserta pemilu, tidak kalah jika dibandingkan dengan di tanah air. Di negeri yang tahun 2011 lalu melahirkan fenomena Arab Spring ini, kedua pasangan calon presiden berbagi perolehan suara sama rata.

Pada Rabu 17 April 2019, Panitia Pemilu Luar Negeri (PPLN) Maghribi, Tunisia mengadakan kegiatan penghitungan suara Pemilu 2019 di TPS 001 yang terletak di KBRI Tunisia. Sejak awal dimulainya penghitungan, capres 01 dan capres 02 bersaing ketat dalam laju perolehan suara.

Kedua capres dari dua kubu berbeda itu saling menempel ketat, dan susul-menyusul perolehan suara beberapa kali terjadi. Masyarakat Indonesia yang turut hadir menyaksikan penghitungan tersebut, di antaranya Dubes RI Tunisia Ikrar Nusa Bhakti, para staf KBRI Tunisia, para ekspatriat dan mahasiswa Indonesia di Tunisia. Mereka cukup larut dalam atmosfir deg-degan yang tercipta dari ketatnya perolehan suara.

Capres 01 memperoleh 66 suara. Sedangkan Capres 02 memperoleh 64 suara, namun ditambah dengan 2 suara dari pos, sehingga total perolehan menjadi 66 suara. Sama kuat dan imbang antara capres 01 dan capres 02.

Dari ratusan ribu TPS, probabilitas terjadinya hasil imbang ini bisa jadi sangat kecil. Selain total 132 suara sah tersebut yang dibagi rata kedua capres, terdapat dua suara yang dinyatakan tidak sah.

Dari penghitungan suara untuk pemilihan anggota DPR, tiga besar perolehan suara dimenangkan oleh PKS, PKB, dan PDIP dengan masing-masing mendapatkan 41, 24, dan 11 suara. Lima surat suara dinyatakan tidak sah dalam penghitungan pileg ini.

Pascapenghitungan suara yang disiarkan secara live oleh akun Facebook KBRI Tunisia tersebut, Dubes RI Tunisia Ikrar Nusa Bhakti mengatakan, kegembiraannya atas kelancaran jalannya penghitungan suara. “Semua berjalan tanpa gangguan sekecil apapun.”

Hasil pemilu presiden yang menunjukkan perolehan yang sama antara capres 01 dan capres 02, yakni masing-masing 66 suara adalah sesuatu yang harus diterima bersama. Namun Beliau juga menyayangkan adanya pengguna hak pilih yang tidak menggunakan hak demokratisnya tersebut secara tepat dan benar sehingga menyebabkan surat suaranya menjadi tidak sah.

Ikrar mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tunisia yang telah berpartisipasi dalam Pemilu 2019. Beliau juga menyampaikan apresiasinya kepada segenap penyelenggara Pemilu 2019 di Tunisia, serta Staf KBRI dan Anggota PPI, atas terselenggaranya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Semoga hasil pemilu ini dapat membawa Indonesia lebih baik lagi dalam lima tahun ke depan, amin,” pungkasnya. (jpc) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.