Paksa Napi Wanita Mandi Telanjang di Depannya, Sipir Dipenjara 2 Tahun

Jumat, 19 April 2019 - 08:52 WIB
Ilustrasi penangkapan/NYPost

FAJAR.CO.ID, MISSISSIPI—Seorang sipir bernama Warren Avery menyemprot narapidana wanita yang sedang mandi telanjang dengan desinfektan. Alasannya iseng. Namun, ia dianggap melakukan pelecehan seksual dan Warren harus mendekam di penjara.

Warren Avery melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita setelah dia dijebloskan ke penjara karena dia tidak dapat membayar denda lalu lintas. Ia sekarang dilaporkan akan menghabiskan dua tahun di balik jeruji besi sendiri.
Sang sipir menyemprot narapidana wanita telanjang dengan disinfektan atau pembasmi hama untuk bersenang-senang. Pria 60 tahun itu “menghukum” korban yang dihukum karena melakukan pelecehan seksual dengan yang lain, kemudian menyemprot mereka dengan dengan tujuan ‘mempermalukan mereka.’

Ia mengakui dua tuduhan aktivitas seksual yang melanggar hukum Senin lalu, menargetkan korban yang tidak disebutkan namanya setelah dia dijebloskan ke penjara debitur di George County, Mississippi, pada September 2016.

Wanita itu dikurung karena dia tidak mampu membayar $ 1.480 dalam denda pelanggaran lalu lintas, dengan Warren Avery cepat untuk mengambil keuntungan darinya. Ia menarik wanita itu dari selnya suatu malam.

Menurut Mississippi Sun Herald, ia kemudian membawanya ke kantor kosong, tempat serangan itu terjadi. Avery berdiri dan memandangi perempuan itu saat mereka mandi, meskipun ada peraturan yang menegaskan bahwa narapidana hanya diawasi oleh seorang sipir dengan jenis kelamin yang sama. Tragisnya, korbannya meninggal dalam kecelakaan mobil sebelum Warren Avery mengaku menyerangnya.

Pengacara Daniel Waide, mengatakan serangan seks itu membuat wanita itu trauma. Dia menjelaskan: “Dia selalu menyebutnya pemerkosaan. Tidak pernah ada yang lain selain itu. Ketika dia menceritakan kembali apa yang terjadi padanya, kamu bisa melihat rasa sakit di matanya.”

Kurang dari setahun setelah serangan seks tersebut, wanita itu dimasukkan kembali ke penjara karena gagal membayar denda. Selama tinggal di penjara itu, penjaga penjara lainnya menembakkan pistol semprotan lada bertekanan kepadanya, menyebabkan kerusakan permanen pada mata kanannya.

Warren Avery tidak pernah didakwa melakukan pemerkosaan. Dia dipenjara selama dua tahun, didenda $ 3.000 dan diperintahkan untuk menandatangani daftar pelanggar seks seumur hidup. (Metro/amr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.