Prabowo Klaim Menang, Relawan Jokowi Tantang Adu Data

Jumat, 19 April 2019 - 17:48 WIB
Capres Prabowo Subianto, saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). (Issak Ramadhan/JPC)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Proses Pemilu 2019 telah selesai, kedua kubu pasangan Capres dan Cawapres pun klaim menang. Namun relawan Jokowi siap beradu data dengan Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo-Sandi terkait hasil Pilpres, khususnya data C1.

Ketua Umum relawan Almisbat, Hendrik Sirait meminta agar semua data C1 diaudit keabsahannya. Tidak hanya parpol KIK tapi relawan Jokowi juga memiliki data C1 hasil pemungutan suara di TPS.

“Kami tantang BPN kita adu data terbuka. Klaim-klaim seperti ini sudah pernah kita hadapi 2014 dan terbukti kalah. Dulu mereka sampaikan mau ke MK dengan bukti 10 truk pada akhirnya nol besar,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (19/4).

Ketua Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas pun mengungkapkan hal senada. Menurutnya, kalaim yang dilakukan oleh kubu BPN Prabowo-Sandi sengaja dilakukan, untuk membingungkan rakyat.

“Silakan di cek di google dan database jejak digital era SBY menerima hasil QC, bahkan era Pilkada DKI yang memenangkan Anies-Sandi malah Prabowo sendiri yang mengumumkan hasil kemenangan dengan acuan QC. Sekarang mau gertak dengan acuan real count. Langkah denial the truth ini akan makin membuat prabowo terperosok,” ujar Umbas.

Sekjend Seknas Jokowi, Deddy Mawardi mengungkapkan terkait dengan akurasi quick count pada perjalanan Pilkada maupun Pemilu di Indonesia. Untuk itu, klaim Prabowo terhadal kemenangannya yang mencapai 62 persen tersebut diluar logika kaum intelektual yang percaya akan penelitian ilmiah.

“Buka saja ke publik data 62 persen itu. Kami sangat dan begitu yakin kubu Prabowo-Sandi tidak berani. Kenapa? Ya mungkin karena tidak ada datanya. Mereka cuma beri coba beri harapan ke pendukung. Beberapa pemilih Prabowo-Sandi tentu ada yang tidak percaya,” tegas Deddy.

Ketua Umum Pospera, Mustar Bonaventura juga meminta agar kubu Prabowo tidak membuat masyarakat bingung. Ia juga meminta agara kubu Prabowo tidak perlu sampai menghasut masyatakat, apalagi dengan mengajak inkostitusional seperti people power, karena informasi yang diberikan adalah sesat.

Ia menegaskan bahwa Pemilu Indonesia adalah pesta demokrasi tang menjadi rujukan dunia. Proses pemungutan sekaligus penghitungan suara di TPS sangat terbuka dan terang benderang menjadi contoh bagi dunia. “Kan kubu 02 sering bilang gunakan akal sehat. Deklarasi kemenangan 62 persen itu jelas jauh dari akal sehat,” kata Mustar Bonaventura. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.