Caleg Separtai Berebut Kursi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR — Persaingan menuju parlemen tak hanya caleg antarpartai. Caleg sesama partai pun bersaing ketat berebut kursi.

Tahapan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 di tingkat kecamatan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) baru dimulai, Sabtu, 20 April, hari ini.

Meski demikian, partai maupun para calegnya sudah lebih dahulu bekerja mengumpulkan data. Mereka merekapitulasi suara yang berhasil diperoleh.

Datanya dari duplikasi formulir C1 plano yang diperoleh saksi partai maupun caleg di TPS. Para caleg tak hanya saling intip peluang lolos antarpartai, tetapi juga sesama partai.

Beberapa calon anggota legislatif (caleg), terutama yang berpeluang lolos, juga mengaku merekap data lebih awal. Selain memastikan perolehan suara, juga mengantisipasi kecurangan yang dapat membuat suara “hilang”.

“Kami sementara merekap. Untuk Partai Nasdem, kami agak ketat perolehan suaranya, baik Ibu Cicu (Andi Rachmatika Dewi), Andre, dan Riska. Saya masih optimistis bisa dapat kursi, karena memang Nasdem potensial dapat tiga kursi di Dapil Sulsel I (Makassar A),” kata caleg Nasdem, Arham Basmin Mattayang, kemarin.

Sekadar diketahui, jumlah kursi yang diperebutkan untuk DPRD Sulsel Dapil Makassar A sebanyak 9 kursi. Adapun yang berpotensi memperoleh kursi berdasarkan pergerakan kampanye selama ini antara lain, Andi Rachmatika Dewi (Nasdem), Andi Parenrengi (Gerindra), Nurlinda Salengke dan Andi Januar Jaury Dharwis (Demokrat).

Dari Golkar di antaranya, Sherly Farouk, Kadir Halid, Andi Debbie Purnama Rusdin, dan Irwan Muin. Sedangkan dari PPP, perebutan kursi antara Imam Fauzan dengan Wahid Ismail.

Persaingan ketat di internal PDI Perjuangan juga diprediksi antara Rudi Pieter Goni, A Haeruddin, dan Andi Cora Adita Idris. Sementara di PAN, antara Nurkanita dan Marsuni Dahlan. Lengkapnya lihat grafis

“Saya sendiri akui, partisipasi pemilih agak rendah untuk Pileg, karena banyak warga hanya coblos Pilpres. Yang luar biasa, suara Partai Nasdem minimal sampai angka 35 bahkan tembus 150 per TPS,” kata Arham.

Akan tetapi, bila melihat trennya, dia optimistis partainya bisa tiga kursi di satu dapil. “Insya Allah, saya bersaing. Karena Ibu Cicu juga belum bisa kita prediksi suaranya, apakah peringkat pertama atau bagaimana, belum tentu juga. Kita masih merekap,” tambahnya.

Sementara itu, caleg Golkar Dapil Makassar A, Irwan Muin, juga mengaku masih melakukan rekapitulasi manual suara yang masuk dari formulir C1. “Kalau tren, dari semua TPS alhamdulillah sebarannya bagus,” katanya.

Cuma memang, semua partai mengalami angka partisipasi pemilih yang rendah untuk Pemilu Legislatif. “Kita punya suara, masih di atas. Mudah-mudahan bisa bertahan dan Golkar punya dua kursi di dapil ini,” kata Irwan.

Sementara itu, di Dapil Sulsel II (Makassar B), caleg Golkar yang berebut kursi, antara Imran Tenri Tata dan Rahman Pina. Sedangkan dari Demokrat antara Haidar Majid dan Amirul Ilham, Indira Mulyasari Paramastuti serta Misriani Ilyas dari Gerindra.

Dua kursi terakhir diperebutkan oleh PKS, PAN, Hanura dan PDIP.

Caleg Golkar untuk DPRD Sulsel Dapil Makassar B, Rahman Pina mengatakan, perolehan suara partai berlambang beringin sangat memuaskan. Bahkan rekapitulasi data C1 yang baru sampai 60 persen sudah terbuka peluang untuk dua kursi.

“Bagus sekali trennya, kisarannya belum bisa kita publikasi. Tetapi sampai hari ini, dari seluruh rekap partai sudah 60 persen data C1 masuk Golkar sudah terbuka lebar untuk dua kursi,” kata Rahman Pina.

Baca selengkapnya di Harian FAJAR dan epaper edisi Sabtu, 20 April.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment