Dewan Pembina SPS Bakal Buat Workshop Siber, Google Tidak Boleh Seenaknya di Indonesia

Sabtu, 20 April 2019 - 09:22 WIB
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia yang juga Dewan Pertimbangan Serikat Perusahaan Pers (SPS), Marsda TNI Agus Sudarya berkunjung ke redaksi Harian FAJAR, di Gedung Graha Pena, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sabtu (20/4/2019). FOTO: IDHAM AMA/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dewan Pembina Serikat Perusahaan Pers (SPS), Marsekal Muda TNI Agus Sudarya akan membuat sebuah workshop siber sekaitan dengan pengaruh Google di Indonesia.

“Kami sudah bicara dengan pembina lainnya. Kita akan mengadakan workshop siber keterkaitan dengan perang Google di Indonesia. Omset per tulisan sangat besar bagi Google,” katanya saat bertandang ke redaksi Harian FAJAR, Sabtu (20/4/2019).

 

Workshop ini kata dia, rencananya bakal dilakukan setelah lebaran idul fitri. Dan akan juga disampaikan ke Alwi Hamu (Ketua Umum SPS). “Saya sampaikan nanti ke Puang Alwi,” tambahnya.

Sebab, yang perlu dipahami Goggle itu jangan seenaknya di Indonesia. Tidak dikenain pajak sama Indonesia. Harus kena pajak dan ini sudah disampaikan dengan Menkominfo. “Di Korea itu jangankan kencing, meludah saja kena pajak,” sebutnya.

Selain itu Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Unhan menambahkan, untuk FAJAR harus lebih naik terus dengan berbagai macam afiliasi agar berita langsung diadopsi oleh masyarakat.

“Saya akui FAJAR Group ini sangat berperan aktif di Indonesia. Kalau dilihat di Wamena, Merauke, Sentani, Biak. Koran pengaruhnya sangat tinggi. Orang di sana (timur) orangnya simpel. Cari diinternet tidak mau. Cari koran, baca, duduk, tidur. Buka aplikasi tidak mau,” candanya disambut tawa. (gun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.