Dorong Motor Sambil Gendong Logistik

Medannya ekstrem. Melintasi jalan bebatuan dan sungai untuk mengawal logistik pemilu.

Laporan: Arini Nurul Fajar, Maros

USAI pencoblosan, tak lantas membuat tugas panitia TPS, pengawas, dan pengamanan selesai. Seperti yang dialami dua personel pengamanan yang bertugas di TPS 02 di Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Maros.

Serda I Wayan Suriansa yang Babinsa Desa Bontomanurung dan Brigpol Israr selaku Bhabinkamtibmas. Mereka harus memastikan keamanan logistik pemilu yang telah dicoblos di TPS 02 di kampung tersebut.

Hingga kembali di PPK Tompobulu. Perjuangan berat membawa pulang kotak suara dari TPS terpencil perbatasan Kabupaten Maros dengan Gowa, Sulsel, itu pun kembali dirasakan oleh petugas TPS dan pihak keamanan.

Apalagi, selama 4 jam perjalanan, mereka menyusuri jalan sejauh 10 kilometer dengan medan yang berat untuk bisa sampai ke tujuan.

Dusun ini berada di ketinggian 754 Mdpl di bawah kaki Gunung Bawakaraeng dan berbatasan langsung dengan Malino, Gowa. Namun beruntung saat membawa kotak suara, kondisi cuaca saat itu sedang cerah, hingga memudahkan perjalanan mereka.

Babinsa Desa Bontomanurung, Serda I Wayan Suriansa mengatakan sehari sebelum pencoblosan mereka berangkat membawa logistik ke TPS 02. "Kita tiba di lokasi itu malam hari dan langsung kita membantu warga persiapkan TPS," katanya.

Di sana, mereka menginap dua malam kemudian kembali membawa kotak suara ke kantor desa dan dilanjutkan ke kecamatan. "Kita tiba di kantor kecamatan itu sekitar pukul 04.00 Wita," akunya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...