Dorong Motor Sambil Gendong Logistik

Sabtu, 20 April 2019 - 07:23 WIB
PENGABDIAN. Petugas membawa logistik pemilu dari Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Maros. (ARINI NF/FAJAR)

Medannya ekstrem. Melintasi jalan bebatuan dan sungai untuk mengawal logistik pemilu.

Laporan: Arini Nurul Fajar, Maros

USAI pencoblosan, tak lantas membuat tugas panitia TPS, pengawas, dan pengamanan selesai.
Seperti yang dialami dua personel pengamanan yang bertugas di TPS 02 di Dusun Tanetebulu, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Maros.

Serda I Wayan Suriansa yang Babinsa Desa Bontomanurung dan Brigpol Israr selaku Bhabinkamtibmas. Mereka harus memastikan keamanan logistik pemilu yang telah dicoblos di TPS 02 di kampung tersebut.

Hingga kembali di PPK Tompobulu. Perjuangan berat membawa pulang kotak suara dari TPS terpencil perbatasan Kabupaten Maros dengan Gowa, Sulsel, itu pun kembali dirasakan oleh petugas TPS dan pihak keamanan.

Apalagi, selama 4 jam perjalanan, mereka menyusuri jalan sejauh 10 kilometer dengan medan yang berat untuk bisa sampai ke tujuan.

Dusun ini berada di ketinggian 754 Mdpl di bawah kaki Gunung Bawakaraeng dan berbatasan langsung dengan Malino, Gowa. Namun beruntung saat membawa kotak suara, kondisi cuaca saat itu sedang cerah, hingga memudahkan perjalanan mereka.

Babinsa Desa Bontomanurung, Serda I Wayan Suriansa mengatakan sehari sebelum pencoblosan mereka berangkat membawa logistik ke TPS 02. “Kita tiba di lokasi itu malam hari dan langsung kita membantu warga persiapkan TPS,” katanya.

Di sana, mereka menginap dua malam kemudian kembali membawa kotak suara ke kantor desa dan dilanjutkan ke kecamatan. “Kita tiba di kantor kecamatan itu sekitar pukul 04.00 Wita,” akunya.

Lima kotak suara yang mereka angkut dengan motor itu terlebih dahulu dibungkus dengan plastik dan kembali dibalut dengan sarung agar lebih aman saat turun hujan dan saat melewati sungai.

Medan berat membuat motor yang ia gunakan berkali-kali mogok di jalan hingga harus didorong oleh petugas lainnya.

“Memang sebelum kami berangkat itu sempat hujan deras, jadi jalanan agak licin dan air sungai juga agak tinggi jadi berkali-kali motor kami mogok. Yah terpaksa kita dorong. Kondisi jalannya memang jalan bebatuan hingga sangat sulit dilalui meski pakai motor trail,” akunya.

Diakuinya khusus untuk TPS 02 itu, petugas pengamanan dilakukan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sebab, jaraknya yang jauh dan medannya yang berat.

“Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan baik karena kami kan tugas di sini jadi sudah terbiasa melewati jalan ini. Kita juga bersyukur, sebab proses pemilihan juga berjalan aman dan tertib sampai selesai,” jelasnya.

Meski proses pencoblosan lancar, dari 212 warga yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT), hanya 139 yang datang menyalurkan hak pilih di TPS. Sebagian warga memilih berkebun yang jaraknya jauh dari TPS.

“Rumah-rumah warga juga saling berjauhan, hingga menyulitkan petugas untuk mengakses mereka satu persatu,” katanya. (*/rif-zuk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.