Hari Pencoblosan Berlangsung Lancar, Imam Besar Masjid Istiqlal Sampaikan Ini

Sabtu, 20 April 2019 - 18:12 WIB

FAJAR.CO.ID — Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasinya atas lancarnya hari H pemilihan calon presiden dan wakil rakyat pada Rabu, 17 April 2019, lalu. Dia menyebut, pesta demokrasi yang berjalan lancar tersebut mesti disyukuri.

“Pesta demokrasi tersebut berjalan tertib dan damai. Ayat Alquran mengatakan, kalau kalian sudah mengerjakan sesuatu dengan maksimal maka hasilnya kembalikanlah kepada Allah. Apa pun yang ada dalam diri kita semuanya akan kembali kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal,” katanya, melalui pesan videonya, Sabtu (20/4/2019).

Prof Nasaruddin pun mengimbau kepada segenap warga agar saling memaafkan satu sama lain. “Mari kita menghimpun yang berserakan. Mari kita hidup dalam satu bangsa yang sangat-sangat indah di sini. Kita mendapat pujian dari luar negeri atas pesta demokrasi yang kita lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya, saat debat Pilpres terakhir, Prof Nasaruddin membacakan doa yang sangat menyentuh. Melalui doanya Prof Nasaruddin mengingatkan tentang pentingnya rasa syukur.

Prof Nasaruddin Umar menggambarkan, Indonesia adalah bagian besar rencana Tuhan. Takdir keindahan yang dianugerahkan Tuhan kepada Indonesia luar biasa: tanah subur, laut kaya, stabilitas keamanan terkendali, dan termasuk negara demokrasi terbesar.

Prof Nasaruddin (dalam doanya) menyadarkan semua bahwa Indonesia sebagai negara multietnik, ribuan gugusan kepulauan, berbagai macam suku, agama, budaya, bahasa. Tuhan selalu menebarkan cinta kasih-Nya pada Indonesia dengan bingkai emas NKRI: kedamaian.

Bisa dibayangkan bagaimana nasib orang-orang di negara lain (yang masih berkonflik)—belum bebas berekspresi, belum punya keberanian menyatakan sikap politik secara terbuka, mereka masih terseret arus ketidakpastian. Di Indonesia? Anda bebas tertawa, perut Anda kenyang, tidur Anda nyenyak, dan Anda bebas berekspresi.

Prof Nasaruddin juga melantunkan bait-bait doanya yang indah, memohon agar Indonesia diberikan pemimpin yang terbaik, semua pihak yang terlibat (seluruh penyelenggara) diberi kemampuan dan kekuatan hingga program berakhir dengan lancar.

Prof Nasaruddin pun tidak lupa mendoakan kedua pasangan capres dan cawapres agar selalu diberikan rahmat kasih sayang Tuhan bagi yang terpilih maupun tidak terpilih. Kedua pasangan adalah putra terbaik bangsa.

Prof Nasaruddin memohon kepada Tuhan, mengetuk pintu ar-Rahman ar-Rahim agar Tuhan membukakan pintu maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dia menyadari, mungkin selama masa kampanye berlangsung ada di antara hamba-Nya kehilangan kendali, menyebabkan orang lain kecewa, tersinggung, marah—dari lubuk hati paling dalam (sama-sama kita rasakan) memohon pengampunan dari Tuhan.

Berharap kepada Tuhan dengan hati yang ikhlas dan tulus, kiranya Tuhan melapangkan dada seluruh masyarakat Indonesia untuk saling memaafkan, saling menerima satu sama lain, sehingga semua kembali menjadi bangsa yang utuh, kuat, dan bersih lahir batin. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.