Kembangkan Silat Betawi Lebih dari Sekadar Tradisi

Sabtu, 20 April 2019 - 16:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebanyak 110 sanggar atau perguruan silat dari Jakarta dan sekitarnya ikut berpartisipasi pada Kejuaraan Silat Betawi 2019 yang berlangsung selama dua hari Sabtu 20 – 21 April mendatang di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas Jakarta Timur.

Kegiatan ini sejatinya sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut yang merupakan program dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. Menginjak tahun ke-4 penyelenggaraannya Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI) dilibatkan secara penuh untuk lebih meningkatkan kualitas pesilat-pesilat yang ditargetkan bisa mengikuti silat prestasi di kancah nasional maupun internasional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) DKI Jakarta mengajak semua pihak untuk mengembangkan beladiri Pencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia.

“Dispora DKI Jakarta sangat mendukung penyelenggaraan ini. Sebab, Pencak Silat ini merupakan olahraga asli Indonesia. Kita harus sama-sama mengembangkannya,” kata Achmad Firdaus Kepala Dispora DKI Jakarta usai membuka Festival Pencak Silat Betawi di GOR Ciracas, Jakarta Sabtu (20/4).

Pemerintah dalam hal ini Dispora memberikan apresiasi atas terlaksananya acara tersebut. Terlebih lagi ia melihat bahwa banyaknya anak-anak yang terlibat dalam olahraga beladiri ini menjadi harapan bangkitnya Pencak Silat Indonesia.

“Kami melihat, event ini sangat positif sekali. Apalagi, banyak anak-anak yang berpartisipasi. Ini bagus untuk masa depan Pencak Silat Indonesia,” kata Achmad Firdaus.

Sebelumnya konsep penyelenggaraan biasanya pesilat yang bertanding di atas panggung, namun tahun ini konsep diubah dimana peserta bertanding di atas matras. Hal ini sesuai dengan semboyan ASTRABI menjadikan silat Betawi dari tradisi ke prestasi.

“Dari tradisi jadi prestasi. Itu yang ingin kami tegaskan lewat Kejuaraan Silat Betawi 2019 ini. Kami ingin dari event ini bisa melestarikan Pencak Silat sekaligus memajukan prestasi,” kata Anwar Albatawi, Ketua Umum ASTRABI.

Silat sebagai salah satu seni beladiri di tanah Betawi ini sudah berkembang demikian pesat. Di Indonesia terdapat sekitar 680 aliran silat tradisi, lebih dari separuh aliran silat tradisi tersebut lahir di tanah Betawi.

Jumlah ini masih ditambah lagi dengan sekitar 200-an aliran silat kombinasi yang merupakan gabungan dari berbagai aliran. Maka layaklah bila Betawi dijadikan pusat aliran silat tradisional dunia.

Sebagai cabang olahraga (cabor) asli Indonesia, Pencak Silat sudah banyak mendulang prestasi. Terbukti pada pelaksanaan Asian Games 2019 di Jakarta Pencak Silat dengan keluar sebagai juara umum. Pencak Silat meraih 14 emas dan satu perunggu.

ASTRABI hadir mengusung visi untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan silat tradisi Betawi. “ASTRABI juga memiliki misi mengembalikan marwah silat tradisi Betawi agar menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri, mengupayakan peningkatan mutu dan kualitas silat tradisi Betawi dari berbagai sisi serta mendorong pemerintah agar Jakarta menjadi Galeri Silat Tradisi Internasional,” jelas Anwar Albatawi.

Berbagai kegiatan telah dimotori oleh ASTRABI dalam upayanya meningkatkan harkat dari silat tradisi Betawi ini. Salah satunya adalah dengan gelaran Kejuaraan Silat Betawi 2019 ini.

Lebih lanjut Anwar Albatawi menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan Kejuaraan Silat Betawi 2019 ini sebagai upaya melestarikan silat tradisi agar menjadi beladiri profesional. “Hingga pada akhirnya para guru-guru silat ini mencapai kesejahteraannya karena bela diri itu sendiri,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai implementasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Pelestarian
Kebudayaan Betawi dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 229 Tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.

“Alhamdulillah sejak Perda di berlakukan perkembangan silat tradisi Betawi itu sangat pasat bahkan luar negeri ingin tahu tentang silat Betawi yang selama ini diumpetin di kamarnya masing-masing. Mulai Perda mereka baru berani keluar karena mereka mau mengekspresikan apa yang menjadi kemampuan mereka,” jelas Anwar Albatawi.

Kendati demikian ia berharap Pemerintah Daerah bisa memberikan lebih banyak ruang kepada para pelaku silat Betawi untuk berekspresi hingga pada akhirnya meraih prestasi.

“Saya berharap orang-orang yang belajar silat Betawi khususnya orang Betawi bisa mampu mengantarkan sampai kepada tingkat internasional tidak hanya dalam konteks budaya tapi dalam konteks olahraga prestasi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.