Polri Deteksi Puluhan Akun Provokasi Memicu Kerusuhan

Sabtu, 20 April 2019 08:14

FAJAR.CO.ID,JAKARTA— Polri mendeteksi adanya gejala negatif di media sosial merespons hasil hitung cepat alias quick count pilpres 2019. Yakni terjadi peningkatan penyebaran informasi yang sarat provokasi dengan tujuan membuat kerusuhan.Setidaknya tercatat peningkatan penyebaran informasi yang mengandung provokasi itu mencapai 40 persen.Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan, biasanya hanya ada 10 akun hingga 15 akun yang menyebarkan provokasi.Namun, kali ini peningkatan terjadi hingga 40 persen atau lebih dari 20 akun. ”Isunya juga terfokus pada satu hal, reaksi atas hasil quick count,” paparnya.Penyebaran informasi provokasi itu terjadi sejak Rabu malam hingga Kamis pagi. Hingga saat ini Polri masih terus memonitornya. ”Ini sedang ditangani,” jelas jenderal berbintang satu tersebut.Menurutnya, sudah terbaca bahwa tujuan dari penyebaran informasi provokasi ini untuk memicu kerusuhan masyarakat.Khususnya terkait dengan hasil quick count pilpres 2019. Maka, penindakan akan dilakukan secepatnya. ”Ingin berbuat onar,” tegasnya.Langkah awal yang dilakukan dengan meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan pemblokiran. ”Kita minta agar akun di take down,” paparnya.Selanjutnya, saat ini Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipid Siber) tengah mengidentifikasi akun-akun tersebut. Bila sudah teridentifikasi, maka proses penegakan hukum bisa dimulai. ”Penegakan hukum jalan terakhir,” jelasnya.Apakah sudah ada pergerakan masyarakat akibat penyebaran informasi itu? dia menjelaskan bahwa sesuai dengan instruksi pimpinan Polri, seluruh jajaran Polda untuk tetap waspada.”Kami fokus amankan,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
1
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar