112 TPS di Riau Coblos Ulang

Minggu, 21 April 2019 - 19:03 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) didampingi Istri Mufidah Jusuf Kalla (kanan) memperlihatkan tinta di jarinya seusai menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019 di TPS 04 Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4/2019). (ant)

FAJAR.CO.ID, RIAU–Sebanyak 112 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di sembilan daerah Provinsi Riau, akan menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan Pemungutan Suara Lanjutan (PSL). Hal itu berdasarkan monitoring Bawaslu Riau kemudian direkomendasikan kepada KPU Riau.

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menuturkan, di seluruh Riau yang terdiri dari 12 kabupaten/kota ada 17.642 TPS. Namun, 112 di antaranya harus PSU dan PSL. “Kami merangkumnya dari rekomendasi pengawas yang ada di lapangan,” ujarnya, Minggu (21/4).

Rusidi merincikan, untuk Kabupaten Pelalawan ada 5 TPS. 4 TPS yaitu di Kecamatan Bandar Petalangan, Kecamatan Ukui, Kerumutan, dan Kuala Kampar akan melakukan PSU. Sedangkan di Kecamatan Teluk Beringin akan melakukan PSL.

“Untuk yang PSU alasannya karena ada pemilih DPK yang memiliki KTP elektronik berdomisili di luar Kabupaten Pelalawan, dan pemilih yang menggunakan hak pilih tidak sesuai dengan surat suara yang ada. Untuk PSL karena ada surat suara kosong,” jelasnya.

Baca Juga: Dua TPS di Gowa Berpotensi PSU

Di Kabupaten Kepulauan Meranti ada 3 TPS di 2 kecamatan yang akan melakukan PSU. 2 TPS di Kecamatan Selat Panjang Barat dan 1 TPS di Kecamatan Mengkopot. “PSU dilakukan karena pemilih mencoblos menggunakan C6 orang lain serta menggunakan KTP di luar wilayah domisilinya,” jelasnya.

Di Kota Dumai ada 12 TPS. Itu tersebar di Kecamatan Dumai Kota ada 7 TPS, Kecamatan Dumai Timur 2 TPS, Kecamatan Dumai Selatan 1 TPS, dan Kecamatam Dumai Barat 2 TPS.

“Direkomendasikan PSU dan PSL karena kekurangan surat suara, pemilih menggunakan KTP luar serta KPPS yang membuka kotak suara tidak prosedural,” tuturnya.

Selanjutnya di Inhu ada 4 TPS. Di Kecamatan Rengat Barat 2 TPS, Kecamatan Batang Cenaku dan Peranap masing-masing 1 TPS. “Catatan rekomendasi karena selisih surat suara dengan pemilih, penggunaan KTP di luar domisili serta tidak memberikan salinan C1 ke saksi dan pengawas,” bebernya.

Di Inhil ada 6 TPS yang mengulang, yakni di Kecamatan Reteh 2 TPS, Kecamatan Kempas, Mandah Keritang, dan Pelangiran masing-masing 1 TPS. “Penyebab PSU dan PSL karena surat suara kurang dan ada yang memilih menggunakan KTP yang tidak sesuai domisili,” kata dia.

Di Rohil ada 5 TPS yang lakukan PSU dan PSL, yakni di Kecamatan Rimba Melintang 1 TPS, di Kecamatan Sinaboi dan Bagan Sinembah masing-masing 2 TPS.

“Dilakukan pemungutan suara kembali karena ada warga yang gunakan A5 orang lain serta pemilih yang berdomisili di luar wilayah TPS,” tambah Rusidi.

Di Bengkalis ada 4 TPS yakni di Kecamatan Bantan, Batin Solapan, Bandar Laksamana dan Bengkalis masing-masing satu TPS. “Penyababnya karena ada selisih surat suara serta warga yang menggunakan KTP luar dapat memilih di sana,” paparnya.

Di Pekanbaru ada 58 TPS yang melakukan pemungutan suara ulang dan lanjutan. Lokasinya yakni di Kecamatan Rumbai, Senapelan, Pekanbaru Kota, Sukajadi, Marpoyan Damai, Payung Sekaki, Tampan, Limapuluh dan Sail.

“Pekanbaru merupakan daerah terbanyak PSU dan PSL di Riau dengan berbagai persoalan yang dilaporkan oleh pengawas lapangan,” jelas Rusidi.

Baca Juga: Tidak Terdaftar Namun Memilih, KPU Jadwalkan PSU

Di Kampar ada 15 TPS yang harus lakukan PSL yakni di Kecamatan Siak Hulu, Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri, Kampar, Bangkinang Kota, Tambang dan Tapung.

“Hasil ini sudah diserahkan ke KPU. Nantin jajaran KPU di tingkat bawah akan melaksanakan pemungutam suara setelah seluruh kelengkapan dan surat suaranya tersedia,” pungkasnya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.