Ini Bahaya Makan Jelang Tidur

Minggu, 21 April 2019 - 20:59 WIB

FAJAR.CO.ID–Apakah Anda sering makan terlalu malam atau selalu makan camilan sebelum tidur? Jika ya, sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut dari sekarang.

Pasalnya, mengonsumsi makanan berat atau makanan ringan mejelang waktu tidur, dapat membuat Anda lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan.

Salah satu masalah kesehatan yang sangat mungkin terjadi akibat kebiasaan makan menjelang waktu tidur adalah obesitas. Hal ini karena pada malam hari aktivitas yang dilakukan akan jauh berkurang dibandingkan saat siang hari.

Nah, jika Anda mengonsumsi makanan berat atau camilan, apalagi sampai berlebihan, tubuh tidak akan memproses kalori yang masuk sebagai energi. Alhasil, kalori malah menumpuk di dalam tubuh dan berubah menjadi lemak. Ujung-ujungnya, Anda akan mengalami kelebihan berat badan atau obesitas.

Tak hanya itu, kebiasaan makan menjelang waktu tidur juga bisa membuat Anda mengalami beberapa kondisi berikut ini:

1. Insomnia

Kelaparan tengah malam memang bisa membuat sulit tidur. Namun, makan terlalu dekat dengan jam tidur juga dapat menyebabkan perut terlalu kenyang dan begah, sehingga dapat menyebabkan insomnia.

Selain itu, masuknya makanan ke dalam lambung menjelang waktu tidur juga dapat menstimulasi keluarnya hormon insulin, yang mengirim “sinyal” kepada tubuh untuk bangun dan mencerna makanan. Alhasil, Anda akan menjadi lebih sulit tidur.

2. GERD

Mengonsumsi makanan berat atau camilan terlalu dekat dengan jam tidur dapat menyebabkan refluks asam lambung.

Keadaan tersebut adalah berbaliknya aliran asam lambung ke kerongkongan atau esofagus, yang dapat mengiritasi bagian tubuh tersebut dan menyebabkan gejala heartburn (rasa panas di dada), pahit di mulut, dan peradangan esofagus yang dikenal dengan nama GERD (Gastro-oesophageal reflux disease).

Kondisi tersebut disebabkan tekanan lambung yang tinggi akibat berisi penuh makanan, yang dibarengi dengan posisi tubuh berbaring saat tidur. Sehingga, aliran balik dari lambung ke kerongkongan lebih mudah terjadi.

Memang, kondisi tersebut tidak terjadi pada semua orang. Akan tetapi, pada orang-orang yang rentan, sejumlah makanan dan minuman tertentu dapat mencetuskan GERD, seperti minuman beralkohol, minuman yang mengandung kafein (kopi, teh, soda); bumbu seperti lada, bawang putih, dan bawang merah; cokelat, jeruk, lemon, dan tomat.

Dalam jangka pendek, GERD juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, sesak napas, panas di dada, dan mengganggu tidur. Apabila dibiarkan terus-menerus tanpa diobati, GERD dapat menyebabkan iritasi pada kerongkongan, menyebabkan gangguan makan hingga kanker esofagus.

Untuk mencegah terjadinya beragam kondisi buruk di atas, konsumsilah makan malam pada waktu yang tepat. Sesuai dengan waktu pengosongan lambung, maka para ahli merekomendasikan Anda untuk memberi jarak setidaknya tiga jam antara makan malam dan tidur.

Baca Juga: Sarapan Pagi, Kopi Lebih Baik dari Teh

Di samping itu, pastikan pula Anda tidak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti junk food atau makanan cepat saji. Akan lebih baik bila Anda memilih makanan ringan dan sehat, seperti buah-buahan.
Anda juga bisa memilih makanan yang tinggi triptofan, yaitu asam amino yang diubah di dalam tubuh menjadi melatonin atau hormon yang dapat membantu tidur lebih nyenyak.

Baca Juga: Suka Makan Manis, Ini 9 Kita Merawat Gigi

Makanan yang kaya akan triptofan, di antaranya: susu, ayam, ikan salmon, telur, dan produk kacang kedelai.

Jadi, jaga jarak waktu antara makan malam dan waktu tidur Anda ya, agar kesehatan selalu terjaga. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.